Pegunungan Hisma, Rumah Prasasti dan Jejak Kuno Arab Saudi

Jumat , 21 May 2021, 17:57 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Pegunungan Hisma Arab Saudi
Pegunungan Hisma Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, MAKKAH—Pegunungan Hisma, sebelah barat Tabuk di utara Arab Saudi, adalah rumah bagi prasasti Arab yang diukir oleh Tsamud dan suku kuno lainnya yang berusia lebih dari 2.600 tahun.

 

Terkait

Sisa-sisa arkeologi memang umum ditemukan di pegunungan, yang merupakan bagian dari jalur perdagangan konvoi unta dan terkenal di kalangan pedagang karena formasi mereka yang seperti kapal.

Baca Juga

Salma Hawsawi, seorang profesor sejarah kuno di King Saud University, mengatakan kepada Arab News bahwa Arab Saudi kaya akan bukti arkeologi peradaban kuno yang makmur dalam berbagai geografi dan iklim yang ditawarkan oleh berbagai daerah.

“Arab Saudi mencakup dataran yang sempit dan meluas, ketinggian pegunungan, dan dataran tinggi serta gurun dengan oasis,” katanya, menambahkan bahwa perbedaan geografis dan iklim di kawasan itu menyebabkan keragaman peradaban.

Pegunungan Hisma telah dikenal dengan nama pegunungan Hisma Sandy, dataran tinggi Hisma dan pegunungan “Kapal”. Gunung-gunung ini berada sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, dan terletak di timur jajaran Hijaz, dan dibatasi oleh pegunungan Al-Sharat di utara, Wadi Araba di barat laut, dan Harrat Al-Rahat di selatan.

“Kawasan itu dibedakan oleh fitur-fitur yang mendorong pemukiman manusia seperti kelimpahan air, tanah subur, iklim yang mendukung, dan jalur perdagangan,” kata Hawsawi.

“Itu adalah salah satu area terpenting di mana orang-orang menetap sejak awal waktu,” tambahnya.

Orang-orang Tsamud mendiami daerah itu, dan dikatakan bahwa itu adalah rumah orang-orang Shuaib yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Daerah itu juga terkait dengan peradaban Babilonia di Mesopotamia, jelasnya. Menurut Hawsawi, wilayah Tabuk disebutkan dalam sumber klasik, "Mu'jam Al-Buldan" Yaqut Al-Hamawi, serta dalam puisi abad kelima dan keenam yang ditulis  oleh astronom dan ahli geografi Romawi abad pertama, Ptolemy, pengarang beberapa risalah ilmiah, menyusun daftar kota dan negara yang diketahui pada waktu itu, menentukan perbatasannya, dan mendokumentasikan informasi penting tentang orang dan hubungan mereka dengan masing-masing. 

Hawsawi mengatakan bahwa pegunungan Hisma adalah rumah bagi prasasti Thamud yang berusia 2.600 tahun dan prasasti Arab yang berasal dari zaman Islam. “Hampir tidak ada daerah yang tidak memiliki prasasti Thamud, juga prasasti dalam dialek Hasami, dialek Arab yang mirip dengan dialek Nabataean yang merupakan tulisan Arab pertama di mana huruf-huruf tersebut saling menempel,” katanya.

“Prasasti ini berlimpah, dan kami kebanyakan menemukan nama yang tepat atau doa yang didokumentasikan oleh orang-orang yang melewati daerah itu, yang merupakan stasiun untuk konvoi perdagangan dan pelancong. Rute perdagangan lama pergi dari selatan ke utara ke Levant."

Pegunungan Hisma telah menjadi bagian dari sejarah dan peradaban masyarakat yang tinggal di sana, dan beragam prasasti di wilayah tersebut mengungkapkan warisan sejarah dan menjelaskan aspek penting dari masa lalu Jazirah Arab, kata Hawsawi.

 

Sumber: arabnews 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini