Mahasiswa Muslim Inggris Hadirkan Aplikasi Alternatif

Jumat , 21 May 2021, 19:45 WIB Reporter :Andrian Saputra/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Muslim Inggris hadirkan aplikasi alternatif penunjang ibadah Pillar. Ilustrasi aplikasi
Muslim Inggris hadirkan aplikasi alternatif penunjang ibadah Pillar. Ilustrasi aplikasi

IHRAM.CO.ID, LONDON – Dua mahasiswa di Inggris telah membuat sebuah aplikasi baru untuk membantu Muslim dalam beribadah. Aplikasi itu diluncurkan sekaligus untuk menjawab kekhawatiran tentang pelacakan dan penyebaran data Muslim yang sebelumnya terjadi pada aplikasi Muslim Pro. 

 

Terkait

Seperti dilansir the New Arab pada Jumat (21/5) ialah Abdul Rahman Abbas dan Tariq Imaad Jamal yang berhasil merancang aplikasi bernama Pillar. Sejak diperkenalkan pada 1 Mei lalu, aplikasi ini sudah diunduh 20 ribu kali. 

Baca Juga

Pembuatan aplikasi ini muncul setelah adanya laporan investigasi pada tahun lalu yang mengungkapkan bahwa aplikasi Muslim Pro yang merupakan salah satu aplikasi ibadah Muslim paling populer di dunia, telah menjual data lokasi penggunanya yang kemudian sampai ke lembaga pemerintah Amerika. Sehari setelah laporan itu diterbitkan, Muslim Pro mengumumkan penghentian pembagian data dengan perusahaan lain. 

Laporan selanjutnya oleh outlet media yang berbasis di Amerika Motherboard, yang mengungkap adanya kaitan antara aplikasi ibadah lain dan perantara data yang telah menjual data ke kontraktor militer Amerika dan lembaga penegak hukum. Kala itu Dewan Hubungan Amerika Islam pada satu titik memperingatkan Muslim Amerika untuk berhenti menggunakan aplikasi semacam itu. 

Reaksi di antara komunitas Muslim mendorong pasangan Abbas dan Jamal untuk mengembangkan aplikasi baru. Setelah menerima tanggapan positif media sosial, mereka meminta orang untuk menguji versi beta dan memberikan umpan balik dalam survei atau melalui Twitter. 

Untuk mengatasi masalah privasi, aplikasi Pillar menghitung waktu sholat menggunakan data lokasi di perangkat pengguna alih-alih mengirim lokasi mereka ke server.

“Tidak ada data apa pun yang dikirim ke Pillar atau disimpan oleh kami sendiri dan tidak ada data lain yang dikumpulkan termasuk analitik atau informasi pribadi,” jelasnya. 

Pengguna di seluruh dunia memuji aplikasi itu karena desain yang minimalis. Abbas dan Jamal berharap dapat meningkatkan kreasi mereka dengan segera memasukkan fitur-fitur baru, termasuk pelacak sholat.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini