Rabu 26 May 2021 05:19 WIB

Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Kudus Hampir Penuh

Lonjakan pasien Covid buat rumah sakit terapkan sistem buka tutup penerimaan pasien

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Ilustrasi Covid-19
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS - Keterpakaian tempat tidur di ruang perawatan pasien COVID-19 maupun umum di rumah sakit rujukan Covid-19 Kabupaten Kudus mengalami lonjakan. Tempat tidur tersebut hampir penuh sehingga beberapa rumah sakit ada yang menerapkan buka tutup penerimaan pasien.

"Karena hampir semua rumah sakit mengalami lonjakan jumlah pasien, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan rumah sakit diminta berkoordinasi kemungkinan merujuk pasien ke rumah sakit luar daerah yang masih kosong," kata Bupati Kudus Hartopo di Kudus, Selasa.

Baca Juga

Untuk saat ini, permintaan mengalihkan perawatan pasien ke daerah lain memang belum dilakukan karena masih bisa menampung meskipun tidak banyak. Sebelumnya, kata Hartopo, tercatat beberapa rumah sakit di Kudus mulai menutup untuk instalasi gawat darurat (IGD) seperti RSUD Kudus, Aisiyah dan Mardi Rahayu Kudus.

Meskipun demikian rumah sakit tetap diminta melayani pasien umum. "Tentunya pasien tetap akan diterima selagi tersedia tempat tidurnya. Kalau tidak ada tentu dirawat di mobil, diobservasi dan diagnosis di situ. Jika pasien ternyata terpapar Covid-19 tapi bergejala ringan sebaiknya diisolasi mandiri di pemusatan Rusunawa Kudus," ujarnya.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Loekmono Hadi Kudus Sugiarto menyampaikan RSUD Kudus mulai membuka ruang isolasi Anggrek 1 dan Melati 2 untuk menampung pasien suspek maupun positif Covid-19. Namun saat ini sudah penuh kembali.

"Jadi IGD penuh, Melati dua juga sudah penuh pasien lagi. Dari total kapasitas 138 tempat tidur sudah terisi 124 pasien. Kami tengah berupaya mengaktifkan kembali ruangan Cempaka tiga dengan kapasitas 22 tempat tidur. Namun pemanfaatannya menunggu kelengkapan sarana dan prasarana pendukung," terang Sugiarto.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu Pujianto mengakui UGD pada Senin (24/5) malam sempat ditutup karena penuh. Sedangkan pada Selasa (25/5) UGD sudah dibuka kembali.

Dari total 249 tempat tidur pasien yang tersedia, saat ini sudah terisi 240 pasien. Sebanyak 81 pasien di antaranya pasien Covid-19, baik yang terkonfirmasi positif maupun suspek. Sedangkan ruang khusus isolasi tersedia 86 tempat tidur sehingga kapasitasnya hampir penuh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement