Lansia Arab Saudi Didorong Segera Vaksinasi

Kamis , 27 May 2021, 20:43 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Seorang petugas menyemprotkan disinfektan usai pelaksanaan Shalat Jumat di masjid Al-Jaffali, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (30/4). Selama Ramadhan 1442 Hijriah ini umat Muslim bisa menyelenggarakan Shalat berjamaah di Masjid dengan mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak sosial untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.  (AP Photo/Amr Nabil)
Seorang petugas menyemprotkan disinfektan usai pelaksanaan Shalat Jumat di masjid Al-Jaffali, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (30/4). Selama Ramadhan 1442 Hijriah ini umat Muslim bisa menyelenggarakan Shalat berjamaah di Masjid dengan mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak sosial untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. (AP Photo/Amr Nabil)

IHRAM.CO.ID, JEDDAH—Otoritas Kesehatan Saudi mendesak para lansia dan penderita penyakit kronis untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19 untuk membantu mengurangi peningkatan resiko kematian akibat virus asal Wuhan tersebut. Dua kelompok tersebut jauh lebih rentan terpapar efek buruk Covid-19, kata pejabat Kementerian Kesehatan. 

 

Terkait

“Vaksinasi adalah langkah terpenting untuk melindungi mereka dan mengurangi risiko infeksi,” ujarnya, menambahkan bahwa bagi siapapun yang berusia di atas 60 tahun termasuk dalam kelompok prioritas yang akan akan diberikan kemudahan untuk melakukan vaksinasi. 

 

Di Arab Saudi, tingkat kematian akibat COVID-19 untuk usia 50 ke atas mencapai lebih dari 78 persen. Kerajaan pada Selasa (25/5) melaporkan 14 kematian terkait COVID-19, menjadikan jumlah keseluruhan menjadi 7.278.

Hingga saat ini terdata sekitar 1.389 kasus baru, artinya 443.460 orang di negara itu sudah terjangkit penyakit tersebut. Sebanyak 9.593 kasus tetap aktif, di mana 1.348 pasien berada dalam kondisi kritis. Dari kasus yang baru tercatat, 422 kasus berada di wilayah Makkah, 380 di wilayah Riyadh, 163 di Provinsi Timur, dan 105 di wilayah Madinah.

 

Selain itu, kementerian mengatakan 912 pasien telah pulih dari penyakit tersebut, meningkatkan jumlah pemulihan di Kerajaan menjadi 426.589.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 18.695.690 uji reaksi rantai polimerase (PCR), dengan 88.182 pengujian dalam 24 jam terakhir.

 

Pusat pengujian dan pusat perawatan yang didirikan di seluruh negeri telah menangani ratusan ribu orang sejak wabah pandemi COVID-19.

Di antara mereka, pusat Taakad menyediakan pengujian COVID-19 bagi mereka yang tidak menunjukkan atau hanya menunjukkan gejala ringan atau yakin telah melakukan kontak dengan individu yang terinfeksi.

 

Sedangkan Klinik Tetamman menawarkan perawatan dan saran bagi mereka yang memiliki gejala virus seperti demam, kehilangan rasa dan bau, dan kesulitan bernapas.

 

Janji untuk kedua layanan dapat dilakukan melalui aplikasi Sehhaty kementerian. Sementara itu, 13.123.914 orang di negara itu hingga saat ini telah menerima suntikan melawan COVID-19.

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini