Warga Afganistan akan Dipermudah Menetap di Inggris

Selasa , 01 Jun 2021, 19:07 WIB Reporter :Rizky Jaramaya/ Redaktur : Esthi Maharani
Rakyat Afganistan bersiap hidup era pasca pasukan AS.
Rakyat Afganistan bersiap hidup era pasca pasukan AS.

IHRAM.CO.ID, LONDON -- Pemerintah Inggris akan mempermudah warga Afghanistan yang bekerja dengan pasukan Inggris untuk menetap di Inggris. Kebijakan ini diputuskan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan mereka ketika pasukan asing meninggalkan Afghanistan.

 

Terkait

"Dengan kekuatan Barat pergi, ancaman meningkat, termasuk serangan yang ditargetkan oleh Taliban," ujar Menteri Pertahanan Ben Wallace kepada Sky News, Senin (31/5).

"Staf lokal yang bertugas dengan pasukan Inggris telah banyak berkorban untuk menjaga kami dan sekaranglah waktunya untuk melakukan hal yang sama," kata Wallace menambahkan.

Lebih dari 1.400 penerjemah Afghanistan dan kerabat mereka telah pindah ke Inggris di bawah skema pemukiman kembali. Pemerintah mengatakan sekitar 3.000 lebih diperkirakan akan mengikuti aturan baru yang memperluas kelayakan, dan memudahkan staf lokal Afghanistan untuk membawa keluarga mereka.

Kewajiban moral pemerintah untuk merelokasi staf Afghanistan juga ditekankan oleh Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel. Dia mengatakan bahwa sudah waktunya untuk mengenali risiko yang mereka hadapi dalam perang melawan terorisme dan menghargai upaya mereka.

“Saya senang kita bisa menghadapi ini sepenuhnya, dengan memberi mereka dan keluarga mereka kesempatan untuk membangun kehidupan baru di negara ini,” kata Patel.

Inggris mengerahkan hampir 10 ribu pasukannya di Afghanistan. Sebagian besar ditempatkan di provinsi Helmand, di selatan Afghanistan. Inggris mengakhiri operasi tempur pada 2014, tetapi sekitar 750 tentara tetap berada di ibu kota Kabul untuk melatih pasukan Afghanistan.

Inggris dan anggota NATO lainnya telah berada di bawah tekanan untuk merelokasi ribuan staf lokal yang bertugas bersama mereka selama dua dekade konflik. Di Afghanistan, mantan pekerja aliansi telah memperingatkan bahwa mereka dan keluarga mereka akan menjadi sasaran Taliban, sebelum batas waktu Amerika Serikat untuk memindahkan 2.500 tentara dan 16.000 kontraktor sipil.

Pendekatan Inggris terhadap relokasi mantan stafnya di Afghanistan telah dikritik karena kriteria ketat seputar pengajuan aplikasi untuk tinggal di Inggris. Selain itu, ada pertimbangan sejumlah faktor seperti lama masa kerja dan peran yang tepat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini