Kamis 03 Jun 2021 09:38 WIB

Penjelasan Tempat Miqat Haji Umrah

Apa yang dimaksud tentang miqat dalam haji umrah

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Subarkah
Jamaah haji Indonesia bersiap meninggalkan Masjid Bir Ali Madinah untuk menaiki bus yang akan membawa mereka menuju Makkah,  Rabu (24/7). Masjid Bir Ali atau Masjid Dzulhulaifah ini menjadi tempat miqat atau niat ihram bagi jamaah haji yang berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk berhaji atau umrah.
Foto: Republika/Syahruddin El-Fikri
Jamaah haji Indonesia bersiap meninggalkan Masjid Bir Ali Madinah untuk menaiki bus yang akan membawa mereka menuju Makkah, Rabu (24/7). Masjid Bir Ali atau Masjid Dzulhulaifah ini menjadi tempat miqat atau niat ihram bagi jamaah haji yang berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk berhaji atau umrah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syariat Islam telah menentukan batas waktu sebagai awal dan berakhirnya rangkaian ibadah. Puasa dimulainya ketika terbit matahari dan batas akhirnya ketika terbenam dan begitu juga haji ada batas yang disebut miqat haji dan umrah.

Tentang miqat dari Ibnu Abbas ra, ia berkata, bahwa Nabi SAW telah menetapkan miqat-miqat berikut, bagi penduduk Madinah adalah Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam daerah Al-Juhfah, bagi penduduk daerah qarnul manazil dan bagi penduduk Yaman daerah Yalamlam.

 

"Miqat-miqat itu adalah untuk penduduk daerah-daerah tersebut dan setiap orang yang datang dari segenap penjuru negeri untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah," sabda Nabi.

 

"Adapun penduduk daerah-daerah yang jaraknya lebih dekat dengan Makkah daripada miqat-miqat itu maka, miqat adalah rumah keluarganya sehingga penduduk Makkah miqatnya cukup dari Makkah," (HR. Bukhari kitab Haji bab pembacaan Talbiyah penduduk Syam)

 

Syekh Muhammad Fuad Abdul Baqi  menjelaskan Dzul-Hulaifah adalah miqat makani penduduk Madinah atau jamaah haji yang datang dari arah Madinah. Tempat ini disebut dengan bir Ali, letaknya kira-kira 6 mil dari Madinah dan 410 km dari Makkah. 

 

"Miqat Dzulhulaifah adalah yang terjauh dari Makkah dibandingkan dengan miqat miqat makani lainnya," kata Syekh Muhammad Fuad Abdul Baqi dalam kitabnya Al-Lulu Wal Marjan.

 

Tentang Al-Juhfah Syekh Muhammad Fuad Abdul Baqi mengatakan, dia adalah salah satu desa dekat dengan Rabigh, yaitu miqat makani bagi orang-orang yang datang dari Syam (Suriah). Jaraknya dengan maka kira-kira 200 KM. 

 

"Desa Juhfah ini sekarang telah hancur. Karenanya, jamaah haji berihram dari Rabigh karena Rabigh sejajar dengan Juhfah," katanya.

 

Qarnu Al-Manazil adalah miqot makani bagi jamaah haji dan umrah yang datang dari Najd, seperti Riydh. Sekarang, tempat ini dikenal pula dengan Siil Kabir, terletak dekat Thalif. Jarak Qarnu Manazil dengan Makka kurang lebih 70 km.

 

Masih tentang miqat. Berdasarkan hadis Abdullah bin Umar ra Rasulullah SAW bersabda, "Penduduk Madinah bertalbiyah dari Dzulhulaifah, penduduk Syam dari Al Juhfah, dan penduduk Najed dari Qaran"

 

Ibnu Umar berkata, "Pada sebuah riwayat sampai kepadaku bahwa Rasulullah SAW bersabda, dan penduduk Yaman bertalbiyah dari Yalamlam." HR Bukhari kitab Haji bab Penduduk Madinah, dan mereka tidak membaca Talbiyah sebelum mereka sampah Dzulhulaifah.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement