Indonesia tak Berangkatkan Jamaah Haji, MUI: Pilihan Terbaik

Kamis , 03 Jun 2021, 16:10 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menilai keputusan tidak memberangkatkan haji tahun ini adalah tepat
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menilai keputusan tidak memberangkatkan haji tahun ini adalah tepat

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan mengatakan keputusan pembatalan haji tahun ini merupakan keputusan terbaik. Sebab, ini sudah melalui rangkaian pertimbangan untuk keselamatan jamaah dari Covid-19.

 

Terkait

“Semalam sudah  melakukan kajian dengan berbagai pihak termasuk DPR RI. Nah, pembatalan haji tahun ini merupakan pilihan terbaik walaupun pahit,” kata Amirsyah kepad Republika.co.id, Kamis (3/6).

Baca Juga

Pembatalan haji tentunya berdampak luas terkait masalah pembiayaan. Dia menyebut jika jamaah tidak jadi berangkat, maka biaya tersebut dikembalikan. Untuk hal ini, kementerian agama sudah menyiapkan dengan baik. Sedangkan bagi jamaah yang tahun lalu dan tahun ini tidak berangkat, maka mereka akan menjadi prioritas utama jika tahun depan ibadah haji sudah dibuka lagi.

Selain itu, pembatalan haji ini kata dia tidak terlepas dari hikmah. Umat Muslim senantiasa harus berikhtiar dengan terus menjaga dan memelihara kesehatan karena itu yang lebih penting daripada pemberangkatan haji.

“Untuk ibadah haji jamaah harus mampu, sanggup. Dalam arti sehat lahir batin fisik, dan mental. Kalau kita berangkat saat pandemi lalu terinfeksi Covid-19, ini membahayakan jiwa dan harus dihindari. Mencegah harus diutamakan,” ujar dia.

Dia mengimbau agar masyarakat harus selalu waspada terhadap berita hoaks di sosial media. Jika ada informasi yang menyatakan adanya utang, itu tidak benar. Allah berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

“Jangan sampai kita terpengaruh oleh berita bohong dan fitnah yang bisa membuat kegaduhan. Saya imbau berhentilah membuat berita hoaks yang antara lain mengatakan dana haji nggak aman padahal itu aman,” tambah dia.

Sementara untuk soal pemberangkatan haji tahun depan, Amirsyah menuturkan masih perlu dilihat lagi situasi nanti. “Tentu berbeda situasinya tahun depan. Kita berdoa terus, berikhtiar menjaga protokol kesehatan supaya kita tetap sehat. Wajib iman, wajib aman, dan wajib imun,” tuturnya.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini