WHO: 200.000 Warga Palestina Membutuhkan Bantuan Kesehatan

Jumat , 04 Jun 2021, 15:01 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Ibrahim Al-Masri, 10, duduk untuk potret di kamar tidurnya yang rusak ketika serangan udara menghancurkan gedung tetangga sebelum gencatan senjata yang menghentikan perang 11 hari antara penguasa Hamas Gaza dan Israel, Rabu, 26 Mei 2021 , di Beit Hanoun, Jalur Gaza.
Ibrahim Al-Masri, 10, duduk untuk potret di kamar tidurnya yang rusak ketika serangan udara menghancurkan gedung tetangga sebelum gencatan senjata yang menghentikan perang 11 hari antara penguasa Hamas Gaza dan Israel, Rabu, 26 Mei 2021 , di Beit Hanoun, Jalur Gaza.

IHRAM.CO.ID, -- Pejabat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Palang Merah telah mengunjungi Jalur Gaza yang terkepung untuk meninjau kehancuran dari pemboman 11 hari Israel. Mereka pun melihat kerusakan rumah, sekolah, rumah sakit dan infrastruktur penting lainnya. 

 

Terkait

Serangan Israel di daerah kantong yang dimulai pada 10 Mei menewaskan sedikitnya 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, menurut otoritas kesehatan di Gaza. Sedikitnya 12 orang, termasuk dua anak-anak, tewas di Israel oleh serangan roket yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berbasis di Gaza. 

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (2/5), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan "kebutuhan kesehatan yang mendesak bagi warga di seluruh wilayah Palestina yang diduduki Israel. Mereka mengatakan konflik itu memicu perpindahan penduduk lebih lanjut dan memperburuk krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. “Lebih dari 77.000 orang mengungsi dan sekitar 30 fasilitas kesehatan rusak,” katanya.

Palestinians sit in a makeshift tent amid the rubble of their houses on May 23, 2021 [Mohammed Salem/Reuters]

WHO mengatakan pihaknya "meningkatkan tanggapannya untuk memberikan bantuan kesehatan bagi hampir 200.000 orang yang membutuhkan", di seluruh wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Tepi Barat yang diduduki.

“Situasinya bergejolak. WHO tetap prihatin. Kami menyerukan akses tanpa hambatan untuk pasokan dan staf penting yang terkait dengan kemanusiaan dan pembangunan ke Gaza dan rujukan pasien keluar dari Gaza kapan pun diperlukan, ”kata Rik Peeperkorn dari WHO.

Sementara itu, kepala Komite Palang Merah Internasional (ICRC) meminta lebih dari 16 juta dolar AS untuk membantu orang-orang di Gaza. “Ketakutan, kecemasan, dan stres adalah kata-kata kunci yang saya dengar berulang kali hari ini,” kata kepala ICRC Robert Mardini kepada Al Jazeera setelah mengunjungi wilayah Gaza yang dihancurkan oleh pemboman Israel.

“Bahkan jika eskalasi lebih pendek dari situasi sebelumnya, akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun kembali apa yang rusak hanya dalam 11 hari,” katanya. Ia kemudian menyerukan solusi politik yang berarti untuk [mengakhiri] konflik yang sudah berlangsung lama ini”.

“Sementara itu, kami perlu benar-benar meningkatkan dukungan kami untuk meningkatkan respons kemanusiaan di Jalur Gaza dalam jangka pendek,'' ujarnya.