Jumat 04 Jun 2021 15:25 WIB

Jepang Sumbang 1,24 Juta Vaksin Astrazeneca ke Taiwan

Vaksin yang disumbangkan Jepang dijadwalkan mendarat di Taipei pada Jumat ini.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Astrazeneca.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Astrazeneca.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -– Pemerintah Jepang menyumbangkan 1,24 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca ke Taiwan. Dengan bantuan tersebut, Taipei diharapkan dapat memperluas kampanye vaksinasinya.  

“Pada saat gempa besar Jepang timur 10 tahun yang lalu, orang-orang di Taiwan segera mengirimkan banyak sumbangan kepada kami. Saya percaya itu terukir dengan jelas di benak orang Jepang. Kemitraan dan persahabatan yang begitu penting dengan Taiwan tercermin dalam tawaran ini,” kata Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi saat mengumumkan pemberian bantuan vaksin untuk Taiwan, Jumat (4/6).

Baca Juga

Vaksin yang disumbangkan Jepang dijadwalkan mendarat di bandara internasional utama Taipei pada Jumat sore waktu setempat. Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung mengapresiasi bantuan Jepang.

Dia bersyukur karena vaksin-vaksin tersebut tiba saat Taiwan tengah berjuang melawan lonjakan infeksi domestik. “Saya yakin ini akan sangat membantu dalam pencegahan pandemi secara keseluruhan,” ujarnya.

Sumbangan vaksin tersebut merupakan kemenangan bagi Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Dia diketahui telah menghadapi kemarahan publik karena lambatnya mendatangkan vaksin. Partai oposisi utama, Kuomintang, turut mengkritik tajam pemerintah.

Selain dari Jepang, Taiwan diharapkan menerima sumbangan 25 juta dosis vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat (AS). Sejauh ini, Taiwan hanya menerima sekitar 860 ribu dosis vaksin. Sebagian besar adalah AstraZeneca dan sejumlah kecil Moderna. Taiwan sudah memesan lebih dari 20 juta dosis vaksin AstraZeneca dan Moderna.

Sejauh ini Taiwan telah melaporkan 9.974 kasus Covid-19. Sebanyak 166 warga di sana meninggal akibat terinfeksi virus Corona. Taiwan telah menuding China mencoba memblokir pembelian vaksin mereka secara internasional. Beijing membantah tuduhan tersebut.

Negeri Tirai Bambu diketahui mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun klaim itu ditolak. Ketegangan masih membayangi hubungan Taipei dan Beijing.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement