Ahad 06 Jun 2021 06:11 WIB

Habib Idrus: Setiap Kita Diminta Menjadi Dai

Habib Idrus mengisi acara pelatihan dai muda nasional HDMI.

Habib Idrus: Setiap Kita Diminta Menjadi Dai. Foto: Ketua Umum HDMI Habib Idrus Salim Al Jufri
Foto: Dok Republika
Habib Idrus: Setiap Kita Diminta Menjadi Dai. Foto: Ketua Umum HDMI Habib Idrus Salim Al Jufri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatihan Dai Nasional yang dihelat oleh Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) dan PT Hulu Migas Jabar ONWJ dibanjiri peserta dari penjuru Indonesia bahkan luar negeri. Acara yang berlangsung pada Sabtu (5/6) dilaksanakan secara hibrid, perpaduan luring dan daring. Sebanyak 30 peserta luring hadir di Gedung Ibtisamah Bekasi sejak pagi, sisanya sebanyak 680 peserta mengikuti melalui media zoom. Proses siaran daring pelatihan ini didukung oleh HAQ Studio.

Ketua Umum HDMI, Habib Idrus Salim Al Jufri menyambut dengan hangat kedatangan ratusan peserta, baik yang hadir fisik maupun melalui ruang virtual zoom. “Ini baru permulaan. Kita terus belajar, dan berkontribusi di masyarakat. Kita semua diminta menjadi dai, tidak peduli apa latar kita,” katanya.

Baca Juga

Acara pelatihan dai nasional itu adalah permulaan. Sebab tidak mungkin hanya dengan sesi beberapa jam kemampuan berdakwah bisa ditingkatkan secara maksimal. Oleh karenanya, HDMI menyediakan ruang belajar berkelanjutan. Sebagai wadah yang menghimpun dai-dai muda, HDMI saat ini telah menggulirkan beberapa program. Mulai dari program penerbitan buku, kajian berkala, pemberdayaan muslimah, hingga pembinaan mualaf di Indonesia Timur.

Dr Sayyid Qutb Alhafidz, Dai Muda TV One, didaulat untuk menyampaikan materi Kemampuan Dasar Khutbah dan Ceramah Bagi Dai. Pada sesi yang dijadwalkan paling akhir, setelah peserta menerima materi tentang interaksi dengan Alquran dan Moderasi Islam, Dr. Sayyid Qutb Alhafidz membekali peserta dengan kemampuan menyiapkan materi-materi ceramah dan khutbah.

Penampilannya yang energik, membuat suasana pelatihan di ujung acara kembali segar. Dengan paparan penutup ini, peserta diharapkan akan dapat mempersiapkan diri untuk mulai aktif berdakwah di masyarakatnya. Sehingga stok khatib dan muballigh di masyarakat memadai, terutama di pedalaman Indonesia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement