Arab Saudi: Rencana Haji 2021 Bergantung pada Pandemi

Rabu , 09 Jun 2021, 16:31 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Petugas membantu seorang jamaah calon haji saat menaiki pesawat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Indonesia, Sabtu 20 Juni 2019. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh membagi 12 kelompok terbang, sebanyak 393 JCH kloter 1 diberangkatkan dari Embarkasi Aceh.
Petugas membantu seorang jamaah calon haji saat menaiki pesawat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Indonesia, Sabtu 20 Juni 2019. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh membagi 12 kelompok terbang, sebanyak 393 JCH kloter 1 diberangkatkan dari Embarkasi Aceh.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi mengatakan mekanisme yang akan berlaku untuk ibadah haji tahun ini bergantung pada perkembangan terkait pandemi Covid-19. Plt Menteri Media/Penerangan Saudi, Majid bin Abdullah Al-Qashabi, mengatakan dunia menghadapi tantangan besar karena pandemi, mengingat virus terus bermutasi.

 

Terkait

 

Tak hanya itu, dia juga menitikberatkan informasi kekurangan vaksinasi di beberapa negara. Faktor-faktor inilah yang disebut memaksa penundaan pengumuman rencana ibadah haji tahun ini.

 

Dilansir di //Asharq Al-Awsat//, Rabu (9/6), Menteri Kesehatan dan Haji dan Umrah disebut akan mengklarifikasi mekanisme haji dalam beberapa hari mendatang, mengingat tantangan yang sedang berlangsung.

 

Al-Qasabi juga menekankan Arab Saudi adalah salah satu negara terdepan di dunia dalam memberikan vaksin terbaik kepada rakyatnya. Mereka telah mengamankan pengiriman vaksin untuk lebih dari dua kali populasinya, guna memberikan perlindungan yang diperlukan bagi warga dan penduduk.

 

Sejauh ini, ia menyebut 40 persen populasi di Arab Saudi telah divaksinasi, atau sekitar 15 juta suntikan telah diberikan.

 

Sebagai upaya hidup berdampingan dengan pandemi, Kerajaan telah mengambil semua tindakan pencegahan untuk mengamankan kembali hidup normal. Perjalanan antar negara juga diizinkan dengan mematuhi protokol kesehatan yang diperlukan.

 

Kebijakan-kebijakan ini disebut telah membawa Kerajaan Saudi ke posisi teratas global, dalam hal tanggapan pemerintah terhadap virus corona.

 

Kasus infeksi baru Covid-19 di Arab Saudi juga terus mengalami penurunan. Juru bicara Kementerian Kesehatan, Dr. Mohammed Abdelali, memuji kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap tindakan pencegahan, yang telah membantu mencapai penurunan kasus.

 

Dia mendesak masyarakat untuk terus mematuhi langkah-langkah pencegahan dan protokol kesehatan, serta meminta orang-orang yang belum menerima vaksin untuk mendaftar.  // Zahrotul Oktaviani

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini