Jumat 11 Jun 2021 20:58 WIB

Marinir Indonesia dan Amerika Serika Berlatih Dayung Bersama

Marinir Indonesia dan Amerika Serikat berlatih di Banyuwangi

Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL menerjang gelombang dalam Latihan Bersama United States Marines Corps Reconnaissance Unit dengan sandi Reconex 21-II di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021). Latihan tersebut sebagai penyamaan persepsi pasukan elit kedua negara dalam menerapkan kecermatan, ketelitian, kecepatan dan kekompakan dalam tim.
Foto: Antara/Budi Candra Setya
Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL menerjang gelombang dalam Latihan Bersama United States Marines Corps Reconnaissance Unit dengan sandi Reconex 21-II di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021). Latihan tersebut sebagai penyamaan persepsi pasukan elit kedua negara dalam menerapkan kecermatan, ketelitian, kecepatan dan kekompakan dalam tim.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANYUWANGI— Prajurit Marinir Indonesia dan Marinir Amerika Serikat berlatih dayung tembus gelombang dan renang rintis dalam rangkaian latihan bersama di Pantai Lampon, Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 7 Lampon, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (11/6).

Komandan Satuan Latihan Reconex 21-II, Letkol Marinir Supriyono, dalam siaran pers Dispen Kormar menjelaskan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik maupun taktik Marinir kedua negara dalam latihan bersama.

Baca Juga

"Selain dapat meningkatkan hubungan militer kedua negara, latihan bersama iniuntuk meningkatkan "interoperability" dan "capability" Satuan Intai Amfibi Korps Marinir," kata perwira yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Korps Marinir tersebut.

Supriyono mengatakan untuk keberhasilan dalam melaksanakan dayung tembus gelombang dibutuhkan kecermatan, ketelitian, kecepatan, dan kekompakan dalam tim.

 Dayung tembus gelombang dan renang rintis merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL dan United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit sebagai pasukan khusus kedua negara agar mampu melaksanakan tugas-tugas khusus dengan sasaran-sasaran terpilih dalam operasi amfibi, operasi darat, dan operasi lainnya. 

Sebelum pelaksanaan latihan, Letkol Marinir Supriyono menekankan kepada seluruh peserta latihan agar mengikuti prosedur keamanan serta protokol kesehatan yang harus dilaksanakan agar latihan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan dapat mencapai hasil maksimal.     

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement