Petugas Pikul di Bandung Kewalahan Makamkan Jenazah Covid-19

Sabtu , 12 Jun 2021, 22:03 WIB Reporter :Muhammad Fauzi Ridwan/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Suasana pemakaman khusus Covid-19 di TPU Cikadut, Jalan Cikadut, Mandalajati, Kota Bandung, Senin (7/6). Berdasarkan hasil data yang dihimpun dari situs covid19.bandung.go.id hingga (6/6) pukul 19.25 WIB tercatat kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bandung sudah mencapai 20.003 kasus dan angka kematian akibat Covid-19 sebanyak 355 orang sementara jumlah pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 18.892 kasus. Foto: Republika/Abdan Syakura
Suasana pemakaman khusus Covid-19 di TPU Cikadut, Jalan Cikadut, Mandalajati, Kota Bandung, Senin (7/6). Berdasarkan hasil data yang dihimpun dari situs covid19.bandung.go.id hingga (6/6) pukul 19.25 WIB tercatat kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bandung sudah mencapai 20.003 kasus dan angka kematian akibat Covid-19 sebanyak 355 orang sementara jumlah pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 18.892 kasus. Foto: Republika/Abdan Syakura

IHRAM.CO.ID, BANDUNG -- Petugas pikul jenazah Covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU) Cikadut Kota Bandung kewalahan memakamkan jenazah ke liang lahat akibat terjadi lonjakan jenazah. Imbasnya, sejumlah tenaga penggali liang lahat dari TPU Nagrog dan Cikutra ikut diperbantukan di TPU Cikadut untuk menggali liang lahat. 

 

Terkait

Koordinator petugas pikul di TPU Cikadut, Fajar mengaku para petugas pikul kewalahan dengan lonjakan jenazah yang akan dimakamkan di TPU Cikadut. Oleh karena itu, pihak UPT TPU Cikadut meminta bantuan ke penggali liang lahat di TPU seperti Nagrog dan Cikutra. 

"Rekan-rekan keteteran. (Penggali) ) lubang tadi diajeungkeun (diusulkan) dari (TPU) Nagrog Cikutra minta dibuat lubang. Petugas pikul maj tidak bisa buat lubang hawatos (khawatir)," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (12/6). 

Ia mengatakan, para petugas pikul saat ini harus standby di TPU mengingat lonjakan jenazah yang akan dimakamkan meningkat signifikan. Para petugas pikul saat ini bekerja dengan tiga sif. 

Fajar mengatakan pihaknya mengajukan pengadaan vitamin dan makanan sehat bagi para petugas pikul serta perlengkapan alat perlindungan diri. Ia berharap usulan tersebut disetujui oleh dinas terkait. 

"Soal kesejahteraan pemikul, PHL penggali tolong diperhatikan. Setidaknya mereka dapat makan siang dari instansi," ungkapnya. 

Ia menambahkan, dalam sehari pada dua hari terakhir jenazah yang dimakamkan di TPU Cikadut mencapai masing-masing 22 orang. Sedangkan hari ini sudah 12 jenazah dan masih menunggu 5 jenazah lainnya yang akan dimakamkan di TPU. 

"Peningkatan mulai bulan kemarin sampai 153 jenazah sebulan. Dua hari terakhir, 22 jenazah dalam sehari dari pukul 06.00 Wib sampai pukul 21.00 Wib," ujarnya. 

Ia mengatakan saat ini mayoritas jenazah yang dimakamkan di TPU Cikadut sudah dipastikan positif Covid-19. Sebab, jenazah yang dinyatakan negatif tidak akan diterima di TPU Cikadut. Terlebih saat ini terjadi lonjakan jenazah yang dimakamkan di TPU Cikadut. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini