Senin 14 Jun 2021 07:35 WIB

Perdana Menteri Israel yang baru Seorang Yahudi Ortodoks

Pidato Naftali Bennett disoraki pendukung Netanyahu.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Naftali Bennett.
Foto: Anadolu Agency
Naftali Bennett.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Pengusaha teknologi Naftali Bennett dilantik sebagai perdana menteri Israel yang baru menggantikan Benjamin Netanyahu, penguasa selama 12 tahun. Pria berusia 49 itu berasal dari spektrum politik sayap kanan dan seorang Yahudi ortodoks.  

Dalam pemilihan umum yang keempat selama dua tahun terakhir, partainya Yamina hanya mendapatkan empat dari 120 kursi di parlemen. Karena itu, banyak pihak yang terkejut dengan naiknya Bennett ke kursi perdana menteri.

Baca Juga

Pada Senin (14/6), dalam pidatonya di parlemen Israel atau Knesset, Bennett berterima kasih kepada mantan perdana menteri atas 'lamanya dan pengabdian yang penuh dengan prestasi'. Pidatonya itu diiringi teriak dari loyalis Netanyahu yang menyoraki dengan kata-kata 'pembohong' dan 'memalukan'.

Bennett bukan orang asing bagi Netanyahu. Ia pernah menjabat kepala staf mantan perdana menteri tersebut, tapi hubungan mereka memburuk saat Bennett menjabat sebagai menteri pertahanan Netanyahu.

Walaupun keduanya berasal dari sayap kanan, Bennett menolak ajakan Netanyahu untuk bergabung dengannya setelah pemilu terakhir pada 23 Maret lalu. Kemenangan koalisi partai dari sayap kiri, moderat, kanan dan Arab dalam pemungutan suara mosi percaya sangat tipis, yakni 60-59.

Hal ini menunjukkan betapa rapuhnya koalisi tersebut. Ribuan orang menyambut baik hasil ini. Namun, pemerintah Israel yang baru berencana menghindari langkah-langkah terkait isu luar negeri yang sensitif, seperti kebijakan terhadap warga Palestina dan lebih fokus pada isu-isu reformasi domestik.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement