Kemenag Arab Saudi Buka Kembali 7 Masjid Setelah Sanitasi

Senin , 14 Jun 2021, 09:57 WIB Redaktur : Muhammad Hafil
 Kemenag Arab Saudi Buka Kembali 7 Masjid Setelah Sanitasi. Foto: Seorang petugas melipat sajadah usai pelaksanaan Shalat Jumat di masjid Al-Jaffali, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (30/4). Selama Ramadhan 1442 Hijriah ini umat Muslim bisa menyelenggarakan Shalat berjamaah di Masjid dengan mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak sosial untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.  (AP Photo/Amr Nabil)
Kemenag Arab Saudi Buka Kembali 7 Masjid Setelah Sanitasi. Foto: Seorang petugas melipat sajadah usai pelaksanaan Shalat Jumat di masjid Al-Jaffali, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (30/4). Selama Ramadhan 1442 Hijriah ini umat Muslim bisa menyelenggarakan Shalat berjamaah di Masjid dengan mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak sosial untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. (AP Photo/Amr Nabil)

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Kementerian Agama, Dakwah dan Bimbingan Islam Saydi membuka kembali tujuh masjid di tiga wilayah. Mereka sempat ditutup sementara agar dilakukan sanitasi, setelah kasus Covid-19 dikonfirmasi di antara jamaah.

 

Terkait

Dilansir di Arab News, Senin (14/6), infeksi Covid-19 di negara tersebut telah menyebabkan 1.562 masjid terpaksa ditutup dalam 127 hari terakhir. Mereka dibuka kembali setelah tindakan sanitasi selesai.

Baca Juga

Kementerian menyebut tiga masjid yang dibuka kembali masing-masing berada di Qassim dan Jazan, sementara satu sisanya di Riyadh.

Dalam keterangannya, Kementerian juga mendesak jamaah dan karyawan masjid untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan. Termasuk mengenakan masker, menggunakan sajadah mereka sendiri dan menjaga jarak sosial.

Hampir 177 juta kasus Covid-19 telah dilaporkan di seluruh dunia sejak pecahnya pandemi. Tak hanya itu, lebih dari 3,8 juta orang telah meninggal setelah tertular virus tersebut.

Infeksi penyakit ini telah dilaporkan di lebih dari 220 negara dan wilayah sejak kasus pertama diidentifikasi di China pada Desember 2019. Hampir 161 juta orang telah pulih dari Covid-19.