Museum Nasional Arab Saudi Dibuka Kembali

Selasa , 15 Jun 2021, 16:04 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Museum Nasional Arab Saudi
Museum Nasional Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Museum Nasional Arab Saudi akan dibuka kembali dan akan menerima kunjungan wisatawan mulai Rabu (16/6). Museum sempat ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jam operasional museum mulai pukul 09.00 pagi sampai 21.00 malam waktu setempat. Sementara pada hari kerja, museum akan dibuka mulai pukul 09.00 pagi sampai 23.00 malam. Pada Kamis, museum mulai dibuka pukul 11.00 siang dan pada Jumat dan Ahad, museum tutup.

 

Terkait

Pengunjung harus mendaftarkan diri terlebih dulu di aplikasi Tawakkalna. Saat memasuki pintu gerbang, mereka harus menunjukkan aplikasi tersebut dan mengikuti rangkain prosedur kesehatan. Misalnya, wajib memakai masker dan menjaga jarak.

Dalam kurun waktu mendatang, Museum Nasional akan menggelar sejumlah pameran temporer. Salah satunya adalah pameran kaligrafi Arab yang dijadwalkan mulai Rabu 16 Juni hingga Sabtu 21 Agustus 2021. Pameran ini akan mengangkat asal usul aksara Arab dan perkembangan seni kaligrafi.

Dilansir Saudi Gazette, Selasa (15/6), Museum Nasional Saudi adalah pusat budaya nasional terkemuka di Saudi yang terletak di sisi timur Pusat Sejarah King Abdulaziz, Al-Murabba, Riyadh. Dibangun pada tahun 1999, bangunan museum secara arsitektur responsif terhadap komposisi dan ukuran bangunan bersejarah yang berdekatan dengan istana Raja Abdulaziz.

Pameran museum tersebar di delapan aula utama yang diatur dalam urutan sejarah. Mulai dari penciptaan alam semesta hingga era modern dan mengadopsi Semenanjung Arab sebagai tema utamanya.

Aula termasuk Manusia dan Alam Semesta, Kerajaan Arab, Era Pra-Islam, Misi Nabi, Islam dan Semenanjung Arab, Negara Bagian Pertama dan Kedua Saudi, Unifikasi Kerajaan, dan Haji dan Dua Masjid Suci. Setiap aula menampilkan tema seni independen dan terintegrasi yang berbeda.

Museum Nasional Saudi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap peninggalan budaya, menyoroti pentingnya dokumentasi, dan memperkenalkan budaya, sejarah, dan hubungan Saudi dengan peradaban kuno.