Khalifah Abbasiyah Jadikan Baghdad Pusat Peradaban Dunia

Rabu , 16 Jun 2021, 05:03 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Para cendikiawan di Bayt Al Hikmah Baghdad pada abad 8 M.
Para cendikiawan di Bayt Al Hikmah Baghdad pada abad 8 M.

IHRAM.CO.ID, Semuanya diawali dari Rumah Kebijaksanaan, juga dikenal sebagai Bayt al-Hikmah, yang didirikan oleh Khalifah Abbasiyah kelima, Harun al-Rashid di Baghdad pada abad ke-8. Tempat itu menjadi peleburan pengetahuan dengan para filsuf, pemikir, dan astronom dari berbagai belahan dunia yang berlindung di pusat kekuatan intelektual ini.

 

Terkait

Setelah Abbasiyah berkuasa di Irak, yakni setelah revolusi kemenangan mereka pada tahun 750 M melawan Khalifah Umayyah, ibu kota baru mereka dipindahkan dari Damaskus ke Baghdad. Itu adalah waktu ketika penaklukan Muslim dan pertumbuhan kekalifahan yang memungkinkan iklim budaya berkembang dinamis.

Akibatnya, berbagai tradisi intelektual kemudian disusun di bawah pemerintahan Muslim yang memberikan landasan bagi pembelajaran Yunani kuno dari Eropa, serta dari Persia, Sumeria, dan India di Timur.

The Time When the House of Wisdom Was Drowned to Death | by Fareeha Arshad  | History of Yesterday

Keterangan foto: Byat Al Hikmah di Baghdad pada abad ke 8-13 M.

Selama lima abad, antara abad ke-8 dan ke-13, Eropa menderita kerusakan intelektual, sementara Bagdad adalah kota di atas bukit, contoh cemerlang dari berbagi pengetahuan dan prestasi ilmiah. Rumah Kebijaksanaan menampung orang-orang dari seluruh dunia dan dari berbagai agama—Kristen, Yahudi, Muslim, Zoroaster—yang mengumpulkan dan menerjemahkan banyak karya dari kanon sastra Yunani, yang memberikan pengaruh besar pada pemikiran Arab.

Al Mamun, khalifah ketujuh, membawa karya-karya Plato, Aristoteles, Ptolemy, Hippocrates dan Euclid dari barat dan meminta mereka menerjemahkan kata demi kata di House of Wisdom, yang menampung perpustakaan besar dengan berbagai galeri yang dikhususkan untuk setiap cabang ilmiah.