Kekhawatiran Islamofobia Meningkat Seiring Vandalisme di Mas

Kamis , 17 Jun 2021, 13:37 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Simbol swastika ditemukan di dinding Masjid Baitul Hadi di London, Kanada
Simbol swastika ditemukan di dinding Masjid Baitul Hadi di London, Kanada

IHRAM.CO.ID, EDMONTON -- Politisi dan pemimpin Muslim mengutuk perilaku vandalisme dengan logo swastika yang terjadi di masjid Edmonton. Kejadian ini merupakan contoh terbaru rangkaian serangan anti-Muslim di kota itu.

 

Terkait

Vandalisme di Masjid Baitul Hadi itu dilaporkan terjadi pekan ini, meski departemen kepolisian Edmonton mengatakan logo tersebut mungkin sudah ada sejak April, ketika vandalisme serupa dilaporkan terjadi di dekatnya. Penyelidik saat ini sedang berkonsultasi dengan unit departemen kejahatan dan kebencian kepolisian.

Kejahatan terhadap Muslim Kanada mendapat perhatian baru setelah serangan di London, Ontario. Empat anggota keluarga tewas dan lainnya terluka ketika seorang pria yang mengendarai truk pickup menabrak mereka, dalam apa yang polisi gambarkan sebagai serangan yang dimotivasi oleh kebencian.

Dilansir di The Globe and Mail, Kamis (17/6), ada beberapa insiden lainnya yang berkaitan dengan Islamofobia dalam beberapa bulan terakhir di Edmonton. Termasuk salah satunya serangan terhadap wanita berhijab.

Di sisi lain, Perdana Menteri Alberta Jason Kenney mengutuk vandalisme tersebut dan berharap para pelaku dapat ditangkap.

"Sangat menyakitkan melihat ini. Saya telah mengunjungi masjid ini berkali-kali. Komunitas ini luar biasa yang terdiri dari orang-orang Kanada yang bangga dan terus-menerus memberi kembali kepada komunitas yang lebih luas," tulisnya di akun //Twitter//.

Walikota Edmonton Don Iveson dalam sebuah pernyataan mengatakan dia merasa terganggu dan marah dengan insiden itu.

"Tindakan kebencian ini harus dihentikan. Komunitas Muslim kami layak untuk merasa aman dan diterima di kota kami. Titik," kata dia.

Imam Masjid Baitul Hadi, Nasir Butt, dalam pernyataan menyebut mengutuk vandalisme ini. Komunitas Muslim di lingkungannya merasa sangat terganggu dengan meningkatnya tindakan kekerasan terhadap mereka.

Polisi di Edmonton mengatakan dua wanita mengenakan jilbab sedang duduk di tempat parkir mal pada bulan Desember, ketika ada orang asing memecahkan jendela mereka.

Pria itu juga menyerang penumpang ketika salah satu mencoba melarikan diri dan menyerang wanita kedua ketika mencoba membantu. Seorang pria lantas menghadapi tuduhan penyerangan dan kerusakan dalam kasus itu.

Pada bulan Maret, seorang pria didakwa setelah tiga serangan yang diduga bermotif kebencian terhadap wanita di Edmonton. Pada serangan pertama, polisi mengatakan korban kulit hitam diikuti di sebuah toko pada 18 Januari dan diduga diserang.

Serangan kedua dan ketiga terjadi pada hari yang sama di awal Februari. Seorang wanita mengenakan jilbab dan yang lainnya mengenakan burqa.

Presiden Somali Canadian Cultural Society of Edmonton, Jibril Ibrahim, mengatakan insiden seperti serangan di London, vandalisme masjid dan serangan baru-baru ini di kotanya, harus mendorong diskusi yang lebih luas tentang sumber kebencian anti-Muslim di Kanada dan cara terbaik untuk menghadapinya.

Dia mengatakan ada lebih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mempelajari sejauh mana masalah di Edmonton dan di tempat lain di Kanada. Tujuannya, untuk menghasilkan strategi komprehensif yang memastikan pembuat kebijakan, polisi dan anggota komunitas Muslim bekerja sama.

Ibrahim mengatakan terlalu sering politisi mengutuk insiden tersebut tanpa menindaklanjutinya dengan tindakan, atau meluncurkan satuan tugas anti-rasisme, tanpa cukup melibatkan masyarakat yang terkena dampak.

“Tidak satu pun dari entitas itu, apakah provinsi atau kota yang berbicara dengan masyarakat yang terkena dampak, selain membuat pernyataan di TV. Kami mengapresiasi empati ini. Kami menghargai apa yang mereka katakan.  Tetapi waktu untuk berbicara dan bersimpati telah hilang," ujarnya.

Kota Edmonton sendiri telah memulai komite anti-rasisme pada musim gugur 2019. Dewan Penasihat Anti-Rasisme Alberta diluncurkan pada tahun yang sama di bawah pemerintahan NDP sebelumnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini