Haji Tanpa Kartu Pintar dan Izin Resmi tak Dibolehkan

Jumat , 18 Jun 2021, 09:19 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Jemaah haji mengelilingi Ka
Jemaah haji mengelilingi Ka

IHRAM.CO.ID, JEDDAH – Dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memastikan tidak ada yang akan diizinkan melakukan ibadah haji tanpa kartu pintar dan izin resmi. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr Abdulfattah Mashat mengatakan izin tersebut akan dicocokan dengan kartu elektronik dan ID jamaah.

 

Terkait

Dia menegaskan tidak ada platform untuk mengajukan haji kecuali di situs resmi kementerian. “Setiap perusahaan yang menawarkan paket layanan di luar platform kementerian itu melanggar sistem,” kata Mashat.

Pada tahap pertama aplikasi ‘Eatmarna’, pihaknya melihat beberapa pelanggaran oleh beberapa entitas dan individu. Namun, seiring berjalannya waktu, kesadaran masyarakat mulai meningkat.

Mashat menyebut haji tahun ini akan menggunakan izin melalui platform Absher saja. Informasi bagi mereka yang membeli paket haji di platform kementerian akan ditautkan ke Absher dan ID mereka. Menurut dia, lebih dari 470 ribu aplikasi telah diterima pada Rabu pukul 17.00 sore waktu setempat. Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah meminta semua jamaah haji domestik untuk mematuhi instruksi kesehatan.

Hotel yang dialokasikan di Makkah dan Madinah harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum oleh kementerian pariwisata, kementerian haji dan umrah, dan badan lain yang terkait dengan pemantauan akomodasi jamaah. Hotel harus mempertimbangkan penerapan mencegah kepadatan di dalam kamar. Selain itu, hotel juga harus menyediakan layanan katering untuk setiap jamaah di kamarnya karena prasmanan terbuka dilarang.

Panduan kesehatan dari otoritas terkait akan tersedia selama kehadiran jamaah haji di wilayah ibadah haji. Langkah ini muncul guna memastikan tindakan pencegahan. Jamaah haji wajib berkonsultasi dengan dokter jika mencurigai adanya gejala Covid-19 untuk memastikan keselamatan dirinya dan keselamatan orang lain.

Dilansir Arab News, Jumat (18/6), terkait prosedur di tempat-tempat suci, termasuk Dua Masjid Suci dan area pusat di Makkah dan Madinah, jarak sosial akan diberlakukan di seluruh pengelompokan jamaah di semua tahapan haji. Hal ini sesuai dengan persyaratan kesehatan pada bangunan tempat tinggal. Tas dan troli bagasi jamaah pun akan didesinfeksi secara berkala.

Petugas keamanan akan mengontrol keluarnya jamaah dari tempat-tempat suci sesuai dengan waktu yang diberikan dan akan memastikan kepatuhan terhadap jumlah jamaah yang diperbolehkan dalam satu ruang. Nomor kursi di bus akan ditetapkan untuk setiap jamaah selama seluruh perjalanan haji dan jamaah yang berdiri di dalam bus tidak akan diizinkan.

Akan ada kursi kosong yang ditetapkan di antara setiap jamaah. Kementerian kesehatan dan haji mengumumkan pada Sabtu bahwa total 60 ribu jamaah akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini, yang akan dimulai pertengahan Juli.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini