Inggris Pertimbangkan Opsi tak Vaksinasi Remaja

Jumat , 18 Jun 2021, 15:01 WIB Reporter :Rizky Jaramaya / Redaktur : Nashih Nashrullah
Inggris belum memutuskan pengikutsertaan remaja dalam vaksinasi Covid-19. Ilustrasi vaksinasi
Inggris belum memutuskan pengikutsertaan remaja dalam vaksinasi Covid-19. Ilustrasi vaksinasi

IHRAM.CO.ID, LONDON – Keputusan untuk memvaksinasi semua anak berusia 12 hingga 17 tahun terhadap Covid-19 kemungkinan tidak akan direkomendasikan para ahli vaksin Inggris dalam waktu dekat.

 

Terkait

Kelompok anak-anak tertentu mungkin masih ditawari suntikan Covid-19, tetapi tidak semua.  

Baca Juga

Dilansir dari BBC pada Kamis (17/6), pernyataan dari Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) diharapkan keluar dalam beberapa hari mendatang. Pemerintah kemudian akan membuat keputusan akhir apakah remaja akan diikutsertakan dalam peluncuran massal tersebut.  

Vaksinasi semua orang di atas 18 tahun dengan dosis pertama dan dua pertiga orang dewasa dengan dosis kedua pada 19 Juli adalah target terbaru yang ditetapkan pemerintah Inggris. 

Ada banyak spekulasi mengenai apakah anak-anak akan dimasukkan dalam program vaksinasi Inggris melawan Covid-19 setelah regulator MHRA menyetujui penggunaan Pfizer pada anak berusia 12 hingga 15 tahun baru-baru ini.  

Tetapi JCVI belum membuat rekomendasi resmi tentang masalah tersebut. Saran saat ini adalah anak berusia 16 hingga 18 tahun dapat ditawari suntikan Pfizer jika mereka berada dalam kelompok prioritas, atau tinggal bersama seseorang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.  

JVCI diduga menunggu lebih banyak data keamanan tentang anak-anak yang telah divaksinasi di negara lain, seperti Amerika Serikat dan Israel, sebelum membuat keputusan. 

Persetujuan MHRA didasarkan pada uji coba vaksin Pfizer pada 2.200 remaja di Amerika Serikat yang menunjukkan vaksin itu aman dan efektif. Jetapi ini adalah jumlah yang relatif kecil.  

Pada saat yang sama, stok vaksin Pfizer dan Moderna di Inggris diprioritaskan untuk orang dewasa berusia 18 hingga 40 tahun. Mereka tidak ditawarkan AstraZeneca dimana berarti persediaan yang tersedia untuk anak-anak saat ini cenderung rendah. 

Namun, bagi para ahli ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk manfaat dan risiko bagi anak-anak, serta masalah etika lainnya yang lebih luas.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini