Jumat 18 Jun 2021 23:58 WIB

Pemkot Sorong dan PLN Tanam 1.000 Pohon di Lahan Kritis

Kegiatan itu masih rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Lahan kritis di kawasan hutan (ilustrasi)
Lahan kritis di kawasan hutan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Pemerintah Kota Sorong bekerja sama dengan PTPLN (Persero) Unit Pelaksana Papua Barat dibantu TNI dan masyarakat menanam 1.000 pohon di lahan kritis Puncak Metro, Kelurahan Klademak, Kota Sorong. Kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota SorongKelly Kambu di Kota Sorong, Jumat (18/6) mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni lalu.

Dia mengatakan Pemerintah Kota Sorong memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan penanaman pohon yang bertujuan untuk pelestarian lingkungan di kota tersebut. "Terutama pihak PLN dan TNI, pelajar serta masyarakat yang telah mendukung sepenuhnya kegiatan pelestarian lingkungan hidup. Saya berharap penanaman pohon tidak hanya dilakukan pada momen-momen tertentu saja, tetapi marilah kita jadikan sebagai budaya dalam hidup kita," ujar dia.

Baca Juga

Perilaku cinta menanam harus ditanamkan dalam kehidupan. Salah satu alasan positif menanam pohon adalah menyelamatkan lingkungan hidup dan kehidupan. Ia menjelaskan bahwa setiap orang memerlukan 0,5 kilogram (kg) oksigen per hari dalam hidup. Sedangkan satu pohon mampu menghasilkan 1,2 kg oksigen per hari.

Karena itu, kata dia, dua pohon yang ditanam dapat menyediakan oksigen bagi dua orang dalam sehari. Sebaliknya menebang satu pohon berarti menghilangkan persediaan oksigen untuk dua orang dalam sehari. "Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momen agar kita semua berbuat lebih banyak lagi bagi kelestarian lingkungan di Kota Sorong yang sama-sama kita cintai," ujar dia.

Manager PTPLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Papua Barat Nimrot Tambunan dalam kegiatan penanaman pohon tersebut mengatakan reboisasi hutan lindung tersebut merupakan salah satu tanggung jawab bersama, termasuk perusahaannya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ketenagalistrikan kegiatan reboisasi hutan lindung itu adalah kali kedua yang telah dilakukan oleh PTPLN (Persero) bekerjasama dengan Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Sorong, agar ekosistem di Kota Sorong terjaga. "Besar harapan kami dengan adanya kegiatan reboisasi hutan lindung ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Sorong khusus buat generasi yang akan datang," ujar Nimrot.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement