Kemenag Cari Strategi Percepat Unifikasi Kalender Hijriah

Ahad , 20 Jun 2021, 17:49 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Esthi Maharani
Tahun Baru Islam
Tahun Baru Islam

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam telah menggelar pertemuan ahli hisab rukyat di Jakarta belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut, Tim Unifikasi Kalender Hijriah melakukan brainstorming untuk membuat langkah-langkah strategis terkait unifikasi kalender Hijriyah.

 

Terkait

Kepala Sub Direktorat Hisab Rukyat dan Syariah pada Kemenag, Ismail Fahmi, mengatakan, dalam pertemuan ahli hisab rukyat, Kemenag meminta tanggapan ormas-ormas Islam terkait kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 dan pertimbangan kriteria visibilitas hilal Turki 2016.

Ia menyampaikan, dalam pertemuan itu juga, Tim Unifikasi Kalender Hijriah mencoba mencari strategi baru atau format baru yang bisa mempercepat proses unifikasi kalender Hijriyah.

"Kita juga minta tanggapan mereka (ormas-ormas), apakah unifikasi kalender (Hijriyah) punya peluang atau tidak kedepannya, (unifikasi kalender Hijriyah ini) perlu diteruskan atau ini memang hanya sekedar cita-cita tapi tidak pernah bisa diwujudkan," kata Ismail kepada Republika, Ahad (20/6).

Ia menjelaskan, ormas-ormas Islam diberi waktu sekitar sebulan untuk menyampaikan tanggapan mereka terkait upaya unifikasi kalender Hijriyah ini. Jadi ormas-ormas nanti memberikan tanggapan apakah unifikasi kalender Hijriyah ini perlu dibuat atau tidak, kriterianya bisa disepakati atau tidak.

Ismail menyampaikan, ada ormas yang berpandangan bisa membuat unifikasi kalender Hijriyah, ada yang berpandangan jalan di tempat, ada yang berpandangan bisa tapi dengan skema yang jelas, dan lain-lain. Jadi nanti didapat gambaran dari pandangan ormas-ormas dan para ahli itu.

"Kalau kedepannya ada peluang (membuat unifikasi kalender Hijriyah) akan kita teruskan, tapi kalau tidak ada peluang maka tugas Kementerian Agama memberikan pedoman saja kepada masyarakat terkait kalender Hijriyah," ujarnya.

Ismail juga mengatakan, Tim Unifikasi Kalender Hijriah juga akan membuat strategi baru. Tim menyusun tahapan-tahapannya seperti memulai kajian, penelitian, penyusunan naskah akademik dan muktamar. Setelah itu hasilnya baru bisa tentukan.

Ia mengatakan, tim ingin membuat langkah-langkah baru. Jadi kalau memang bisa unifikasi kalender Hijriyah dan ada peluangnya, maka apa peluangnya. Kalau memang tidak ada peluang, maka perkuat kinerja tim.

"Kalau sudah begitu, masyarakat tinggal menggunakan (kalender Hijriyah yang dibuat tim), terserah ormas mau menggunakan atau tidak, tapi kalau saya lihat lebih banyak yang mau ketimbang yang tidak mau," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini