Saudi Setuju Gunakan Vaksin Berbeda pada Dosis Kedua

Kamis , 24 Jun 2021, 12:34 WIB Reporter :Andrian Saputra / Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi.
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Komite Ilmiah Nasional untuk Penyakit Menular Arab Saudi telah memberikan persetujuan untuk menggunakan jenis vaksin Covid-19 yang berbeda pada pemberian dosis pertama dan dosis kedua. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi melalui akun Twitter resminya pada Rabu (23/6).

 

Terkait

"Persetujuan itu sesuai dengan studi ilmiah internasional yang menunjukkan kemungkinan pemberian dua dosis dua vaksin virus corona yang berbeda secara aman dan efektif dalam memerangi virus, dengan efektivitas yang ingin dicapai dosis kedua," tambah pernyataan itu seperti dilansir Saudi Gazette pada Kamis (24/6).

Kementerian Kesehatan juga mengatakan setiap orang yang berusia 50 tahun ke atas dan telah melewati 42 hari setelah menerima dosis pertama, sudah dapat menerima vaksin dosis kedua mulai Kamis (24/6).

Sebelumnya pemerintah Arab Saudi hanya menerima vaksin-vaksin yang telah mendapatkan persetujuan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), seperti vaksin buatan Eropa dan Amerika Serikat (AS). Merek-merek vaksin tersebut di antaranya, Pfizer, Moderna, Johnson and Johnson dan AstraZeneca.

Kementerian Kesehatan (MoH) Arab Saudi, pada Rabu (23/6) mengatakan, sejauh ini telah memberikan lebih dari 16,8 juta dosis vaksin melalui 587 pusat vaksinasi di seluruh Kerajaan, yang mencakup 70 persen dari total populasi orang dewasa di Arab Saudi. Kementerian juga terus berusaha untuk menghilangkan semua rumor tentang keamanan vaksin.

"Vaksin virus corona aman, efektif dan diperlukan untuk perlindungan," kata Dr. Muhammad Al-Abdel Ali, juru bicara resmi kementerian kesehatan dalam konferensi persnya.

Al-Abdel Ali mengatakan, bahwa vaksin memberikan perlindungan terhadap Covid-19 dan mencegah kematian terkait virus dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa kurva infeksi Covid-19 terus dipantau dan semuanya akan bergerak ke arah yang positif hanya dengan pemberian vaksin yang berkelanjutan dan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini