KJRI: 558.900 Jamaah Daftar, Kuota Haji Hanya 60 Ribu

Jumat , 25 Jun 2021, 20:43 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Masa berhaji selama era pandemi Covid-19 hanya tujuh hari. Haji masa pandemi (ilustrasi)
Masa berhaji selama era pandemi Covid-19 hanya tujuh hari. Haji masa pandemi (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Animo masyarakat Arab Saudi berhaji di tengah pandemi Covid-19 cukup besar. Meski kuota yang disediakan hanya sebanyak 60 ribu jamaah haji domestic, tetapi pendaftarnya membludak.  

 

Terkait

Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Eko Hartono, mengatakan  

Baca Juga

jamaah haji lokal yang terdaftar sebanyak 558.900 jamaah. “Pendaftaran haji lokal ditutup pada 23 Juni lalu pukul 22.00 waktu Arab Saudi," kata Eko Hartono saat dihubungi, Jumat (25/6). 

Setelah menutup pendaftaran Arab Saudi sudah siapkan akomodasi penyelenggaraan haji, mulai dari makan, transportasi dan keperluan-keperluan lainnya dan jamaah dibagi ke beberapa kelompok dengan anggota 20 jamaah.  

Eko Hartono menuturkan, paket 1 di tenda dengan harga 13 ribu Riyal, paket 2 tenda lux dihargai 15 ribu-an Riyal, paket 3 di mina tower dengan harga 18 ribu riyal. "Masa haji dimulai tanggal 18-23 Juni," katanya.

Eko memastikan jumlah 558.900 jamaah yang daftar haji 2021 ini sudah termasuk Warga Negara Indonesia (WNI). Namun jumlahnya berapa, Eko mengaku belum memiliki datanya.

"Tentunya termasuk staf KJRI, tapi saya tidak punya data berapa karena daftar WNI yang daftar kerena langsung via HP mssing-masing," katanya.

Eko mengatakan, minat warga setempat dan ekspatriat mendaftar haji masih tinggi, pada Ahad (20/6) jumlah pendaftar sudah lebih dari 1,5 juta orang termasuk WNI di Saudi.

Jika melihat tingginya pendaftar haji, kondisi pandemi tidak mempengaruhi minat warga setempat melaksanakan ibadah haji. Hal itu terbukti pendaftar lebih banyak dibanding dengan kuota yang sediakan Pemerintah Arab Saudi. "Padahal kuota hanya 60 ribu orang," katanya.

Eko Hartono menuturkan akan ada penyeleksian terhadap calon jamaah haji yang telah melakukan pendaftaran. Pemerintah Arab Saudi akan menyeleksi atas dasar kriteria seperti umur, belum pernah haji paling cepat lima tahun, riwayat kesehatan, vaksin, dan syarat lainnya. "Maka para pendaftar akan diinfokan pada 27 Juni apakah diterima atau tidak," katanya.

Eko Hartono menuturkan, yang diterima pendaftarannya akan diberi waktu selama tiga jam untuk membayar. Jika gagal bayar, maka jatah akan diberikan ke urutan berikutnya. "Yang umur 50 tahun lebih prioritas, dari sisi usia dan syarat usia 18-65 tahun," katanya.

Dia menyebutkan, untuk biaya 12 ribu sampai dengan 16 ribu Rilyal tambah pajak. Terkait waktu, masa pendemi ini hanya sekitar tujuh hari. Dan wukuf akan digelar pada  19 Juli dan kapan rangkaian haji dimulai waktunya belum dinformasikan. "Saya belum cek kapan mulainya," katanya.    

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini