Sensasi Memotret Keindahan Laut Merah Saudi

Ahad , 27 Jun 2021, 22:54 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Terumbu karang di Laut Merah
Terumbu karang di Laut Merah

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Laut Merah Arab Saudi memiliki keindahan tersendiri dan inilah yang menarik perhatian bagi para penyelam dan fotografer. Warna pelangi yang hidup dari terumbu karang Laut Merah Arab Saudi dan habitat sekitarnya menarik perhatian para penyelam dan fotografer.

 

Terkait

Misalnya Ali Bakhtaour, seorang teknisi laboratorium Saudi berusia 49 tahun, yang menyukai dunia fotografi dan scuba diving. Dari hobinya ini, ia bisa mendapatkan berbagai gambar indah dari bawah Laut Merah.

Fotografi sudah menjadi hobi Bakhtaour ketika ia menekuni scuba diving pada 2007. Bakhtaour sendiri adalah penduduk Haql di pantai barat laut Kerajaan. Dia telah mengembangkan hubungan khusus dengan laut selama bertahun-tahun.

Sebagai seorang penyelam scuba, Bakhtour mampu menemukan rahasia Laut Merah, dan berlayar selama berhari-hari untuk menemukan lokasi baru dan menyaksikan keindahan terumbu karang. Hobi inilah yang mendorongnya untuk mengambil fotografi bawah air.

"Saya suka mengambil foto lingkungan Laut Merah karena merupakan salah satu lingkungan laut terindah di dunia. Saya berbicara tentang keanekaragaman hayati dan terumbu karangnya, dan pentingnya berada jauh dari lautan terbuka,” kata Bakhtaour, dilansir dari Arab News, Ahad (27/6).

Beberapa penyelaman Bakhtaour ada yang sedalam 120 kaki. Namun, pemotretan bawah air tidak mungkin dilakukan lebih dari 60 kaki kecuali terdapat pencahayaan. Apalagi, jika harus memotret satwa liar maritim, tentu ini menjadi tugas rumit yang membutuhkan kesabaran dan perawatan.

Fotografi bawah air bukannya tanpa bahaya, seperti yang ditemukan Bakhtaour saat menyelam di arus deras selama pemotretan. "Saya mengikuti kura-kura dan sangat fokus pada pemotretan dan segera menemukan diri saya begitu jauh di lepas pantai dan lebih jauh dari yang diperkirakan dari kapal daripada yang saya harapkan," katanya.

"Saya lupa untuk tidak menyeberang ke area tertentu, dan berada jauh di laut, hampir tidak melihat lampu rekan saya, jadi saya bergegas kembali ke pantai sambil mencoba melacak teman-teman saya. Itu adalah pengalaman yang menyenangkan dan menakutkan," tambahnya.

Bakhtaour mengalami kesenangan yang berbeda selama mengikuti ekspedisi foto bawah laut di Laut Merah bersama tim Polandia selama tujuh hari berturut-turut. Ada tantangan, tetapi juga ada keindahan selama petualangan bawah lautnya.

Bakhtaour bermimpi membuat film dokumenter tentang kehidupan laut di Laut Merah untuk dijadikan referensi akademis dan membantu mengembangkan pemahaman tentang banyak keajaibannya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini