Senin 28 Jun 2021 09:32 WIB

Arab Saudi akan Vaksin Remaja Berusia 12 hingga 18 Tahun

Langkah ini sebagai kelanjutan dari upaya untuk memperluas proses inokulasi

Rep: mabruroh/ Red: Hiru Muhammad
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi.
Foto: AP
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH--Pemerintah Arab Saudi akan mulai memberikan vaksin covid-19 kepada remaja berusia 12 tahun hingga 18 tahun. Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengatakan, mereka akan mendapatkan suntikan vaksin Pfizer-BioNtech.

"Arab Saudi mulai menginokulasi anak muda berusia 12 hingga 18 tahun dengan vaksin Pfizer-BioNtech, setelah disetujui oleh Otoritas Makanan dan Obat-obatan Saudi," kata kementerian kesehatan dilansir dari Arab News, Senin (28/6).

Kementerian Kesehatan mengatakan, bahwa langkah ini sebagai kelanjutan dari upaya untuk memperluas proses inokulasi. Kerajaan telah memvaksinasi 70 persen populasi orang dewasa di Kerajaan, sesuai dengan kemajuan dalam cakupan komunitas, kategori prioritas, dan ketersediaan pasokan vaksin.

Kerajaan mengkonfirmasi 15 kematian baru terkait Covid-19 pada Ahad (27/6), meningkatkan jumlah total kematian menjadi 7.775 kasus. Kementerian Kesehatan juga melaporkan 1.218 kasus baru yang dikonfirmasi di Kerajaan dalam 24 jam sebelumnya, yang berarti 483.221 orang kini telah tertular virus corona. Dari total kasus tersebut, 11.190 masih aktif dan 1.440 dalam kondisi kritis.

Menurut kementerian, jumlah kasus tertinggi tercatat di Mekah dengan 369, diikuti oleh ibu kota Riyadh dengan 255, Provinsi Timur dengan 206, Asir mencatat 140, dan Jazan mengkonfirmasi 67 kasus.

Kementerian kesehatan juga mengumumkan bahwa 1.252 pasien telah pulih dari Covid-19, sehingga jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 464.256.

Kementerian Agama Islam membuka kembali 12 masjid di tiga wilayah, setelah sebelumnya dievakuasi dan disterilkan setelah beberapa orang dinyatakan positif virus corona. Sehingga jumlah total masjid yang ditutup dan dibuka kembali setelah disterilkan menjadi 1.684 dalam 141 hari. Pandemi virus corona telah mempengaruhi lebih dari 181 juta orang secara global dan jumlah kematian telah mencapai sekitar 3,93 juta.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement