Selasa 29 Jun 2021 01:45 WIB

MCB Terbitkan Laporan Dukungan Pekerja Muslim Inggris

MCB merekomendasikan agar tempat kerja akui hak pekerja Muslim

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko
Orang-orang Shalat di Masjid London Timur & Pusat Muslim London di London timur, Inggris, Rabu (14/4). Untuk kegiatan Ramadhan, setelah bulan suci harus diamati selama pembatasan virus korona tahun lalu tanpa pertemuan doa komunitas biasa,
Foto: Harun Chown / PA melalui AP
Orang-orang Shalat di Masjid London Timur & Pusat Muslim London di London timur, Inggris, Rabu (14/4). Untuk kegiatan Ramadhan, setelah bulan suci harus diamati selama pembatasan virus korona tahun lalu tanpa pertemuan doa komunitas biasa,

REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Sebuah laporan tentang Islamofobia, Defining Islamophobia yang diproduksi oleh Dewan Muslim Inggris atau Muslim Council of Britain (MCB) menyatakan, baik atasan dan pekerjanya harus menyadari bahwa jabat tangan, kontak mata langsung dan bersosialisasi di bar mungkin canggung bagi rekan Muslim.

Organisasi tersebut merekomendasikan bahwa tempat kerja yang ingin mendorong lingkungan inklusif harus mempertimbangkan perbedaan budaya.

Baca Juga

"Rekomendasi dalam laporan kami harus digunakan sebagai prinsip panduan oleh mereka yang ingin mengambil langkah-langkah praktis dan bermakna untuk mengatasi Islamofobia dan membuat masyarakat nyaman bagi semua agama dan tidak sama sekali. Daripada aturan yang harus diikuti secara dogmatis, saran kami mendorong refleksi konstruktif tentang keragaman pengalaman Muslim," kata Seorang juru bicara Dewan Muslim Inggris, dilansir dari laman Guardian pada Senin (28/6).

Laporan tersebut menyarankan perusahaan menawarkan berbagai kegiatan sosial dan pembangunan tim. Hal ini agar karyawan Muslim dapat mengambil bagian dan peluang untuk membangun hubungan di antara pekerja dari latar belakang yang berbeda meningkat.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement