Rabu 30 Jun 2021 04:52 WIB

Megawati Heran dengan Orang tak Suka Pancasila

Jika tak suka kelima sila yang ada, dapat diperas menjadi trisila dan ekasila.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita
 Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri
Foto: istimewa
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengaku heran dengan orang-orang yang tak menyukai Pancasila. Bahkan, ia bertanya bagian mana dari Pancasila yang tak disukai orang-orang tersebut.

"Ada orang yang tidak suka Pancasila, saya tanya kamu itu sebetulnya tidak sukanya di mana, tolong bilang ke saya. Tidak bisa (jawab) juga," ujar Megawati dalam sebuah webinar yang digelar Megawati Institute, Selasa (29/6).

Baca Juga

Menurutnya, Pancasila adalah ideologi negara yang sesuai dengan prinsip gotong royong di Indonesia. Bahkan, jika tak suka kelima sila yang ada, dapat diperas menjadi trisila dan ekasila.

"Bung Karno bilang, kalau kamu tidak mau sebut lima, peras dia menjadi tiga, nanti cari tiganya apa. Kalau kamu tidak mau mau membacanya tiga, peras jadi satu, ekasila yang disebut gotong royong," ujar Megawati.

Lebih lanjut, ia meminta kalangan terpelajar untuk berpikir bagian mana dari Pancasila yang tidak bagus. Sebab, Pancasila mengajarkan gotong royong yang diperlukan dalam penanganan pandemi Covid-19 saat ini.

"Untung, orang Indonesia itu mau bergotong royong, coba kalau tidak, kita bisa lihat India waktu kejadian kayak apa," ujar Megawati.

Tak lupa, ia mengajak anak-anak muda Indonesia untuk memiliki semangat berjuang atau fighting spirit agar Indonesia menjadi negara yang besar. Menurut Megawati, hanya dengan semangat juang, Indonesia bisa menjadi bangsa maju seperti yang dicita-citakan Proklamator RI Bung Karno. 

Ketua Umum PDI Perjuangan itu juga pernah berpesan kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak memanjakan generasi milenial. "Saya mengatakan bahwa salah satu yang penting buat anak muda, jangan lupa jadi diri kalian. Jadi, untuk mengetahui jati diri kalian sebetulnya gampang, jangan lupa sejarah bangsa," ujar Megawati. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement