Muslim Inggris Rilis Film Lawan Islamofobia

Rabu , 07 Jul 2021, 14:07 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Pembuat Film Muslim Inggris yang menggarap Star Wars dan The Favourite akan merilis film pertamanya yang bertujuan melawan kesalahpahaman tentang Islam.
Pembuat Film Muslim Inggris yang menggarap Star Wars dan The Favourite akan merilis film pertamanya yang bertujuan melawan kesalahpahaman tentang Islam.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Pembuat Film Muslim Inggris yang menggarap Star Wars dan The Favourite akan merilis film pertamanya yang bertujuan melawan kesalahpahaman tentang Islam. Film ini menjadi wadah bagi Muslim untuk menceritakan kisah mereka.

 

Terkait

Sinematografer Rizwan Wadan memulai proyeknya pada tahun 2019 untuk mengatasi kebencian, ekstremisme, dan terorisme. Pada Rabu, ia akan merilis filmnya berjudul Error in Terror dan melanjutkan proyek di mana ia berbicara kepada orang-orang di bar untuk menghilangkan mitos dan mempromosikan dialog antar agama.

“Stigma dan penyebab terbesar perpecahan antara dunia Muslim dan non-Muslim adalah komunitas kami ternodai oleh terorisme. Saya berpikir untuk mengatasi masalah ini, saya harus meluruskan dulu tentang terorisme,” kata Wadan kepada Arab News.

Wadan ingin membuat masyarakat mengerti bahwa Islam dan Muslim tidak berdiri untuk ekstremisme dan terorisme. Faktanya, tidak ada agama yang mendukung ekstremisme dan terorisme.

Dilansir About Islam, Rabu (7/7), film Wadan yang diproduksi melalui perusahaan Pixeleyed Pictures miliknya bertujuan untuk memisahkan ajaran dan prinsip Islam dari keterkaitannya dengan terorisme. Dia memilih untuk merilis film tersebut pada 7 Juli pada peringatan 13 tahun pemboman 7 Juli London dengan jelas mengumumkan Islam tidak mendukung serangan semacam itu.

Inisiatif serupa diambil awal tahun ini oleh Departemen Studi Agama di Memorial University of Newfoundland (MUN) dengan proyek yang membahas Islamofobia melalui media dan bioskop. Film pertama Your Last Walk in the Mosque diputar pada 29 Januari 2019.

Film tersebut memperingati penembakan teroris Islamofobia pada Januari 2017 di Quebec. Ini menunjukkan efek samping dari insiden mengerikan pada korban Muslim Kanada dan keluarga mereka. Sementara untuk film kedua berjudul 14 dan Muslim tayang pada Februari 2019.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini