Kamis 08 Jul 2021 20:55 WIB

Indonesia: Kasus Covid-19 Melandai Jika Mobilitas Menurun

Indonesia perkirakan kasus Covid-19 melandai pekan depan jika mobilitas menurun

Bundaran di jalan Sudirman Jakarta terlihat losing pada tanggal 3 Juli 2021. Saat itu hari Pertama PPKM Darurat
Foto: Anadolu Agency
Bundaran di jalan Sudirman Jakarta terlihat losing pada tanggal 3 Juli 2021. Saat itu hari Pertama PPKM Darurat

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memperkirakan kasus harian Covid-19 di Indonesia akan melandai pada pekan depan jika mobilitas masyarakat di sejumlah daerah mengalami penurunan.

Meski demikian, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedi Permadi mengatakan hingga saat ini belum ada penurunan mobilitas masyarakat sesuai target pemerintah yakni hingga 50 persen. 

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang juga merupakan koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pun telah meminta semua pihak untuk melakukan penurunan mobilitas masyarakat hingga 50 persen. 

“Oleh karena itu mari kita stop penularan dengan di rumah menahan diri untuk tidak keluar rumah apalagi berkerumun,” jelas Dedi dalam keterangan pers virtual pada Kamis. 

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan usai PPKM Darurat, terjadi penurunan mobilitas masyarakat paling tinggi di tempat kerja, fasilitas umum dan juga stasiun kereta api. 

“Kami mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah melakukan langkah preventif,” kata dia. 

Sebelumnya, Indonesia mencatat 38.391 kasus baru Covid-19 pada Kamis, yang merupakan catatan tertinggi selama pandemi Covid-19.

Menurut data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, total kasus seluruhnya mencapai 2,41 juta.

Kasus kematian bertambah menjadi 852 yang merupakan catatan kedua tertinggi sejauh ini. Total pasien meninggal menjadi 63.760.

Kasus sembuh bertambah 21.185 menjadi 1.994.573, sedangkan pasien yang dirawat atau menjalani isolasi mandiri berjumlah 359 ribu orang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement