Wisata Religi dan Kegiataan Kedermawanan Bisa Dipadukan

Senin , 12 Jul 2021, 22:22 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Agung Sasongko
Pengurus masjid mencontohkan cara tanam padi hidroponik di atap Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Senin (15/2).  Berkebun dengan hidroponik dikembangkan Takmir Masjid Jogokariyan untuk pembelajaran jamaah. Selain bertanam padi dan sayuran, juga budidaya ikan.
Pengurus masjid mencontohkan cara tanam padi hidroponik di atap Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Senin (15/2). Berkebun dengan hidroponik dikembangkan Takmir Masjid Jogokariyan untuk pembelajaran jamaah. Selain bertanam padi dan sayuran, juga budidaya ikan.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Wisata religi bisa saja bukan hanya berupa kegiatan wisata biasa, namun dikembangkan dengan melakukan kegiatan kedermawanan, seperti bersedekah atau berkaitan dengan kaidah agama dan membawa manfaat.

 

Terkait

"Ibu-ibu pengajian bisa kita ajak untuk berwisata ke salah satu masjid dan mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan memberikan sedekah ke masyarakat lokal. Atau bisa ke pesantren dan melakukan gotong royong memperbaiki kamar mandi atau tempat bilas agar sesuai standard," ungkap Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, Senin (12/7).

Baca Juga

Ia pun mencontohkan masjid Jogokariyan di Yogyakarta yang memiliki program 'Satu Masjid Satu Kafe'. Kafe yang ada bisa dimanfaatkan untuk diskusi, sementara biji kopi yang digunakan diambil dari masyarakat lokal.

Rizki Handayani menyebut diperlukan ide dan orang-orang yang memiliki pemikiran kreatif agar dapat mengelola masjid sembari membangun wisata bagi wilayah sekitarnya.

Inovasi dan kolaborasi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam upaya mengembangkan wisata di Indonesia. Tanpa adanya kolaborasi akan kesulitan dalam mengembangkan ide-ide maupun inovasi yang ada.

"Kemampuan masyarakat yang masih ada bisa digali dan didukung untuk keberlanjutannya yang sifatnya dapat membawa manfaat," ujar dia.

Ia lantas mencontohkan rencana Pemerintah Sumatera Selatan yang ingin membangun hotel di lingkungan asrama haji miliknya. Di lingkungan tersebut juga telah tersedia tiruan Ka'bah dengan ukuran sebenarnya. Hal ini disebut bisa dimanfaatkan sebagai wisata religi dan edukasi bagi masyarakat lokal, agar setidaknya memiliki gambaran bagaimana pelaksanan umrah dan haji di Arab Saudi.

Kemenparekraf juga disebut mendukung tur operatur yang ingin membuat kegiatan virtual wisata Indonesia. Namun, ia menekankan masih minim tur operator yang menyediakan wisata dengan narasi atau cerita. Sehingga, hal ini perlu dibernayak dan bisa dikerjasamakan dengan perguruan tinggi setempat. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini