Persiapan Indonesia Jadi Destinasi Wisata Halal

Selasa , 13 Jul 2021, 14:56 WIB Reporter :Rizkyan Adiyudha/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Persiapan Indonesia Jadi Destinasi Wisata Halal. Foto:   Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memberikan sambutan usai disuntik vaksin dosis pertama sekaligus pembukaan sentra vaksinasi Covid-19 bagi pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kontingen PON XX/Papua 2021 DKI Jakarta di Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa (8/6). Sandiaga Uno menjalani vaksin perdananya pasca terpapar covid-19 pada Desember 2020 lalu.
Persiapan Indonesia Jadi Destinasi Wisata Halal. Foto: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memberikan sambutan usai disuntik vaksin dosis pertama sekaligus pembukaan sentra vaksinasi Covid-19 bagi pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kontingen PON XX/Papua 2021 DKI Jakarta di Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa (8/6). Sandiaga Uno menjalani vaksin perdananya pasca terpapar covid-19 pada Desember 2020 lalu.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku pihaknya tengah fokus menyiapkan Indonesia sebagai destinasi utama wisata halal di dunia. Hal itu tak lepas dari peluang besar yang dimiliki sektor pariwisata halal.

 

Terkait

"Ada 10 destinasi pariwisata ramah muslim di Indonesia, ini menarik," kata Sandiaga dalam keterangan, Senin (12/7).

Baca Juga

Sandiaga mengatakan tiga negara yang menjadi tujuan wisata muslim dunia ASEAN adalah Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Dia mengatakan, Indonesia mempunyai peluang besar karena memiliki pemenang tingkat dunia.

Dia mengatakan, Indonesia memiliki Lombok, Aceh, Sumatra Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Riau, Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan. Menurutnya, daerah-daerah tersebut merupakan destinasi menjanjikan untuk dikembangkan ke depan.

Politikus Gerindra ini melanjutkan, tak hanya memiliki banyak destinasi halal, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar juga memiliki layanan halal di sektor lain. Mulai dari makanan, fashion hingga perbankan.

Hal itu terungkap pada peringkat Indonesia pada Global Islamic Economy Indicator 2021 yang berada di posisi keempat, naik satu peringkat dari tahun 2019. Posisi ini berada di bawah Malaysia, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dia melanjutkan, Halal Food Indonesia kini berada di posisi keempat setelah sebelumnya tidak masuk 10 besar. Namun, sektor Islamic Finance Indonesia turun satu peringkat dari tahun 2019 dan kini di posisi ke-6 sama dengan Muslim-friendly Travel serta Pharm & Cosmetics.

Untuk Modest Fashion, Indonesia tidak naik dan tidak turun atau tetap di posisi ketiga. Indonesia berhasil mencapai posisi kelima untuk Media & Creation.

Dia mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai inovasi dan digitalisasi untuk mengembangkan pariwisata halal.

"Contohnya adalah dorongan pengembangan gerakan beli produk halal Indonesia, pengembangan aplikasi dompet digital syariah, serta kerja sama dengan Kemenag, MUI hingga Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini