Jemaah Haji Diimbau Bawa Barang Pengaman Covid-19

Ahad , 18 Jul 2021, 13:18 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
Jamaah haji 2020 melakukan tawaf.
Jamaah haji 2020 melakukan tawaf.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Kepala kesehatan Saudi pada Jumat (16/7) mendesak seluruh jamaah yang akan melakukan ritual haji tahun ini untuk membawa barang-barang pengaman dari virus corona. Ia ingin menekankan bahwa para jamaah sebaiknya menyiapkan masker, pembersih tangan, saputangan, dan sajadah pribadi.

 

Terkait

Dilansir dari Arab News, Ahad (18/7), ibadah haji tahun ini kembali dilakukan secara terbatas, untuk mencegah penyebaran virus di masa pandemi Covid-19. Haji dimulai pada 17 dan 18 Juli dan berakhir pada 22 dan 23 Juli.

Juru Bicara Komando Pasukan Pengamanan Haji, Brigjen Jenderal Sami Al-Shuwairekh, mengatakan pihak berwenang telah menangkap sembilan orang karena mencoba mengakses tempat-tempat suci tanpa izin. Para jamaah haji ilegal didenda SR10.000 atau setara Rp 38 juta.

Al-Shuwairekh memperingatkan bahwa pasukan keamanan akan beroperasi hingga 23 Juli untuk mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang mencoba memasuki Masjidil Haram dan daerah sekitarnya atau tempat-tempat suci di Mina, Muzdalifah, dan Arafat tanpa izin.

Menteri Urusan Islam Saudi Sheikh Abdullatif Al-Asheikh pada haji tahun ini telah meluncurkan proyek pemeliharaan dan operasional yang menelan biaya lebih dari SR31 juta. Inisiatif ini dilaksanakan oleh kementerian untuk memastikan pemeliharaan layanan berkualitas tinggi bagi jamaah haji, dan penerapan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang dirancang untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Skema juga termasuk proyek aplikasi untuk perangkat pintar untuk memberitahu dan membimbing jamaah, layanan Wi-Fi untuk Masjid Namira di Lembah Arafat, pemasangan 62 layar untuk menyiarkan pesan kesadaran dalam berbagai bahasa, dan penyediaan 30 layar interaktif untuk perpustakaan elektronik Islam.

Arab Saudi pada hari Jumat melaporkan 13 kematian terkait Covid-19 lagi, menjadikan jumlah keseluruhan menjadi 8.048 kasus kematian. Sedangkan kasus baru, Arab Saudi mencatat 1.298 kasus baru, yang berarti 507.423 orang di negara itu kini telah tertular penyakit tersebut. Sebanyak 11.029 kasus tetap aktif, di mana 1.400 pasien dalam kondisi kritis.

Selain itu, Kementerian Kesehatan Saudi mengatakan 1.428 pasien telah pulih dari penyakit ini, meningkatkan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 488.346. Sementara itu, 21.771.592 orang di negara itu hingga saat ini telah menerima suntikan Covid-19, termasuk 1.413.312 lansia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini