Selasa 20 Jul 2021 16:05 WIB

Turki Siap Terlibat dalam Perundingan dengan Taliban

Turki diketahui telah menjalankan operasi militer dan logistik di bandara Afghanistan

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Bendera Turki di jembatan Martir, Turki
Foto: AP
Bendera Turki di jembatan Martir, Turki

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya siap membahas proses perdamaian Afghanistan dengan Taliban. Turki diketahui telah menjalankan operasi militer dan logistik di bandara Kabul sebagai bagian dari misi NATO selama enam tahun terakhir.

 

Baca Juga

“Dengan merundingkan proses ini dengan Taliban, seperti halnya Taliban melakukan beberapa pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS), Taliban seharusnya mengadakan pembicaraan ini dengan Turki secara lebih nyaman,” kata Erdogan pada Selasa (20/7), dikutip laman Anadolu Agency.

 

Dia sempat menyinggung pembicaraan damai antara Taliban dan Pemerintah Afghanistan yang berlangsung di Doha, Qatar. “Saya pikir kami akan memanfaatkan proses ini dengan baik. Ada alternatif lain (juga), dan kami sedang mengerjakan alternatif ini,” ujarnya.

 

Perihal ditariknya pasukan AS dari Afghanistan, Erdogan menyebut Washington ingin Bandara Kabul tetap dioperasikan Turki seperti yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, hal itu positif. Tapi Turki, kata Erdogan, memiliki beberapa syarat.

 

Pertama, AS akan berada di pihak Turki dalam hal diplomasi. Kedua AS perlu memobilisasi sarana mereka untuk Turki di titik logistik serta mentransfer kekuatan apa pun yang dimilikinya ke Ankara.

Terakhir, Erdogan mengatakan negaranya membutuhkan dukungan finansial dan administratif selama proses tersebut. Saat ini Afghanistan tengah menghadapi peningkatan serangan Taliban. Kelompok tersebut diyakini telah menguasai sekitar separuh dari 400 distrik di negara tersebut. Mereka pun mengontrol beberapa akses penyeberangan perbatasan penting dan mengepung beberapa ibu kota provinsi yang vital.

 

Keagresifan Taliban melancarkan serangan dan menguasai lagi sejumlah wilayah Afghanistan terjadi setelah AS dan sekutu NATO-nya menarik pasukannya dari negara tersebut. Penarikan pasukan itu merupakan salah satu poin yang tercantum dalam perjanjian damai yang disepakati AS dan Taliban pada Februari tahun lalu. Taliban menolak melakukan pembicaraan damai dengan Pemerintah Afghanistan jika pasukan asing belum hengkang. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement