Mengenal Tentara Perempuan Penjaga Haji Tahun Ini

Kamis , 22 Jul 2021, 06:57 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Nur Aini
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana rendah ini, jamaah haji mengelilingi Ka
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana rendah ini, jamaah haji mengelilingi Ka

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Mona, salah seorang penjaga haji perempuan memutuskan untuk bergabung dengan militer dan kelompok pertama tentara perempuan Arab Saudi yang bekerja di situs suci Islam. Hal itu ia lakukan karena terinspirasi oleh karir ayahnya. Selama ritual haji yang terjadi setiap tahun, ia dan rekannya membantu mengamankan jamaah haji.

 

Terkait

Sejak April, puluhan tentara perempuan telah menjadi bagian dari layanan keamanan yang memantau jamaah di Makkah dan Madinah. Selama bekerja, Mona tampak mengenakan seragam militer khaki dengan jaket sepanjang pinggul, celana longgar, dan baret hitam di atas kerudung yang menutupi rambutnya. Dengan seragam tersebut ia menghabiskan waktunya berkeliling Masjidil Haram.

Baca Juga

“Saya mengikuti jejak almarhum ayah saya untuk bekerja di sini di Masjidil Haram, Makkah, tempat paling suci. Melayani jamaah adalah tugas yang sangat mulia,” kata Mona yang enggan menyebutkan nama keluarganya.

Dilansir Al Arabiya, Kamis (22/7), Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah mendorong reformasi sosial dan ekonomi sebagai bagian dari rencana untuk memodernisasi Saudi dan menarik investasi asing di bawah dorongan diversifikasi.

Di bawah rencana reformasinya yang dikenal sebagai Visi 2030, putra mahkota mencabut larangan mengemudi bagi perempuan, mengizinkan wanita perempuan untuk bepergian tanpa izin dari wali, dan memberi mereka lebih banyak kendali atas masalah keluarga.

Tahun ini, Arab Saudi telah membatasi jumlah jamaah haji demi melindungi warganya dari pandemi Covid-19. Hanya warga Saudi dan ekspatriat yang bisa menunaikan ibadah haji.

Selain Mona, Samar yang merupakan tentara lain terlihat sedang mengawasi jamaah di dekat Ka’bah, situs suci yang dibangun oleh Nabi Ibrahim. Alasan yang mendorong dirinya untuk bergabung dengan militer adalah keluarganya. Setelah tamat menyelesaikan studi psikologi, ia segera bergabung dalam tentara perempuan Saudi.

“Ini merupakan pencapaian besar bagi kami dan merupakan kebanggaan terbesar bisa mengabdi pada agama, negara, dan tamu-tamu Tuhan,” ujar dia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini