KH Zainuddin MZ, Kisah Sang Dai Sejuta Umat (I)

Kamis , 22 Jul 2021, 10:10 WIB Redaktur : Agung Sasongko
KH Zainuddin MZ
KH Zainuddin MZ

Saat berusia remaja, Zainuddin meneruskan sekolah di Madrasah Aliyah pada lembaga yang sama, Darul Ma'arif. Sewaktu duduk di kelas dua, bertemulah dia untuk pertama kali dengan pe rempuan yang kelak menjadi istrinya, Siti Khalilah.

 

Terkait

Muda-mudi ini ternyata saling suka. Keduanya kerap berpapasan saat aktif di organisasi Ikatan Pelajar Tsanawiyah-Aliyah. Khalilah sempat pindah se kolah ke MA Negeri Mampang Prapatan, tetapi Zainuddin selalu menyempatkan diri bertemu atau sekadar bertegur sapa.

Akhirnya, pemuda ini memberanikan diri melamar sang pujaan hati. Ibu dan neneknya merestui. Ayahanda Khalilah, Ayub, perlahan-lahan juga menerima pinangannya. Pada 4 Februari 1972, Zainuddin dan Siti Khalilah menikah dengan resepsi sederhana menggunakan adat Betawi.

Saat itu, sang mempelai pria sedang menempuh studi di Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah.

Hingga 1980, pasangan ini dikaruniai tiga orang putra. Mereka adalah Fikri Haykal, Muhammad Luthfi, dan Muhammad Fahmi. Atas kehendak Allah SWT, anak bungsu itu berpulang saat masih berusia tiga tahun.

Seiring waktu, Zainuddin dan istri diberikan momongan lagi, yakni Ahmad Syauqi dan Muhammad Zaki.

Perjalanan Zainuddin menimba ilmu di pendidikan tinggi tidak begitu mudah. Lagi pula, sejak sebelum menikah, dia agak terpaksa memasuki jurusan terse but. Ketika menjelang lulus Aliyah, cita-citanya adalah menjadi mahasiswa Universitas al-Azhar (Mesir).

Keinginan itu terhalang kendala biaya yang terbilang cukup tinggi. Kuliahnya di IAIN ini pun kandas di tengah jalan. Padahal, Zainuddin sedang pada tahap menulis skripsi. 

Bersambung..