Saudi Kenalkan Sejarah di Balik Nama Lokasi Prosesi Haji

Kamis , 22 Jul 2021, 15:13 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Esthi Maharani
Sebuah tenda kemah untuk peziarah didirikan di Mina, dekat kota suci Muslim Mekkah, menjelang haji tahunan yang akan datang, Selasa, 13 Juli 2021.
Sebuah tenda kemah untuk peziarah didirikan di Mina, dekat kota suci Muslim Mekkah, menjelang haji tahunan yang akan datang, Selasa, 13 Juli 2021.

IHRAM.CO.ID, MINA -- Pemerintah Arab Saudi berupaya mengenalkan sejarah di balik nama-nama kota Islam dan lokasi prosesi haji kepada jamaah yang selama ini luput dari perhatian banyak orang Arab. Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-tempat Suci kemudian meluncurkan pameran baru untuk memperkaya pengetahuan umat Islam tentang berbagai lokasi tempat kelahiran Islam.

 

Terkait

Pameran itu mengenalkan sejarah di balik nama-nama lokasi penting dalam pelaksanaan ibadah haji, seperti Mina dan Arafat. Pameran bertajuk "Antara Thabeer dan Al-Sabeh" itu dibuka pada Selasa (22/7) waktu setempat. Pameran tersebut menyambut ratusan jamaah yang berharap bisa belajar lebih banyak tentang tempat-tempat yang telah lama dikaitkan dengan ritual ibadah haji.

Proyek ini dilaksanakan oleh komisi tersebut bekerja sama dengan Hadiya Charity Association (Hadiya). Koordinator penerjemahan dan mantan dekan perguruan tinggi bahasa dan terjemahan di Universitas Raja Khalid di Abha, Dr. Abdullah Al-Malki, mengatakan kepada Arab News bahwa nama "Mina" berasal dari istilah Arab "Al-Muna," jamak dari "Omniah,” yang berarti "keinginan".

"Ketika Malaikat Jibril ingin meninggalkan Adam, dia diminta untuk membuat permintaan (Omniah). Adam menginginkan surga. Tempat itu kemudian disebut Mina, jamak dari Omniah. Ada narasi lain yang memiliki penjelasan berbeda untuk maknanya," kata Al-Malki, dilansir di Arab News, Kamis (22/7).

Al-Malki menambahkan, pengunjung juga bisa belajar tentang 70 nabi yang telah melewati lembah Mina. Ia menuturkan, Mina adalah sebuah lembah yang di sampingnya ada dua gunung, Thabir dan Al-Sabeh, dan diyakini bahwa sekitar 70 nabi telah melewati tempat ini, mengenakan pakaian wol putih.

Pameran ini juga menampilkan kisah Nabi Ibrahim dengan setan, yang mencoba mengelabuinya agar tidak mena'ati perintah Allah untuk menyembelih putranya Ismail. "Perintah surga hanya untuk menguji iman Nabi Ibrahim," kata Al-Malki.

Ia mengatakan, bahwa pameran tersebut mengajarkan pengunjungnya bagaimana surat Al-Mursalat diturunkan di sebuah gua di Mina. Untuk sejarah "Arafat," Al-Malki mengatakan tempat ini mendapatkan namanya karena Adam dan Hawa saling mengenal di Arafat.

Dalam bahasa Arab, kata 'araf' berarti 'tahu'. Ia menambahkan, penting bagi jamaah dan masyarakat awam untuk mempelajari sejarah tempat-tempat tersebut karena merupakan pusat peradaban Arab.

Al-Malki menunjukkan bahwa pameran, yang diadakan untuk pertama kalinya, ini mencakup 10 bagian di mana pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang Al-Masha'er dan layanan apa yang ditawarkan raja-raja Saudi untuk berkontribusi pada pengembangan situs-situs utama bersejarah Islam.

"Perhatian dan pengeluaran tak terbatas dari para pemimpin daerah ini, mulai dari mendiang Raja Abdul Aziz dan putra-putranya, hingga era Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, telah menjadikan tempat-tempat ini sebagai sumber kebanggaan bagi kita semua selama ini melalui proyek-proyek raksasa yang telah dilaksanakan di sini," katanya.

Dia menambahkan, bahwa upaya mereka itu juga telah membuat gunung dan lembah menjadi tempat yang aman dan aman. Menurutnya, semua informasi sejarah tentang Mina, sumur air zamzam, masjid, dan gunung, dapat ditemukan di pameran tersebut di bawah satu langit-langit.

"Kami juga menyiarkan materi digital dan gambar dengan informasi rinci tentang landmark dari situs-situs suci untuk memperkaya pengalaman jamaah," ujarnya.

Sebuah pameran serupa yang disebut "Alsakhrat" juga dibuka di Arafat untuk memberikan jamaah informasi sejarah tentang situs tersebut. Namun, dua pameran itu digabungkan menjadi satu di Mina, di mana jamaah hadir selama Hari-hari Tasyriq untuk melakukan ritual "rajam setan".

Jamaah juga dapat memindai kode iQR untuk mengunjungi situs web multi-bahasa dari pameran tersebut untuk membaca lebih lanjut tentang tempat-tempat suci ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini