Jumat 23 Jul 2021 09:23 WIB

Korut Dukung Kuba untuk Kalahkan AS

AS dinilai berada di balik demonstrasi antipemerintahan Kuba.

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah
Warga Kuba yang tinggal di Chili meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah negara mereka selama protes di luar Kedutaan Besar Kuba di Santiago, Chili, Rabu, 14 Juli 2021. Protes itu terjadi setelah protes akhir pekan yang jarang terjadi terhadap rezim komunis di negara pulau itu.
Foto: AP/Esteban Felix
Warga Kuba yang tinggal di Chili meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah negara mereka selama protes di luar Kedutaan Besar Kuba di Santiago, Chili, Rabu, 14 Juli 2021. Protes itu terjadi setelah protes akhir pekan yang jarang terjadi terhadap rezim komunis di negara pulau itu.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Pemerintah Korea Utara (Korut) mengkritik Amerika Serikat (AS) atas protes di Kuba. Paman Sam dinilai berada di balik demonstrasi massal anti-pemerintah di Kuba baru-baru ini.

Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan bahwa saat ini terjadi demonstrasi massal anti-pemerintah yang dilakukan warga Kuba di Ibu Kota Havana dan sejumlah kota-kota lainnya. Dałam sebuah pernyataan, disebutkan bahwa AS berada di belakang layar dari aksi tersebut.

Baca Juga

Bahkan, AS disebut juga berada di balik blokadę anti-Kuba yang secara gigih melakukannya. Tujuan utama dari Washington, menurut Korut adalah melenyapkan sosialisme dan revolusi yang dilakukan Kuba.

Seperti dilansir World KBS, Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan dukungan terhadap masyarakat Kuba untuk mengalahkan AS. Dalam sebuah pernyataan, disebutkan bahwa Negeri Paman Sam harus dikalahkan saat intervensi urusan dalam negeri negara itu, agar dapat membela sosialisme mereka.

Lebih lanjut, Korut mengkritik AS atas sanksi ekonomi yang diberikan terhadap Kuba. Pyongyang mencatat bahwa PBB baru-baru ini mengadopsi resolusi menuntut diakhirnya blokade ekonomi di Kuba.

Pernyataan tersebut menandai ketiga kalinya Kementerian Luar Negeri Korut membahas tentang aksi protes di Kuba. Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu dan Kuba telah mempertahankan hubungan persahabatan sejak menjalin hubungan diplomatik pada 1960.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement