Afghanistan Berlakukan Jam Malam untuk Hambat Taliban

Ahad , 25 Jul 2021, 05:03 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Taliban berupaya menguasai Afghanistan.
Taliban berupaya menguasai Afghanistan.

IHRAM.CO.ID, KABUL -- Pemerintah Afghanistan memberlakukan jam malam di hampir semua provinsinya. Hal ini dilakukan untuk membendung meningkatnya kekerasan yang dipicu serangan Taliban, yang membuat kelompok bersenjata itu memperoleh keuntungan teritorial dengan cepat.

 

Terkait

"Untuk mengekang kekerasan dan membatasi gerakan Taliban, jam malam telah diberlakukan di 31 provinsi di seluruh negeri, kecuali di Kabul, Panjshir dan Nangarhar," kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan, dilansir di Aljazeera, Sabtu (24/7).

 

Wakil Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Ahmad Zia Zia, menyebut aturan tersebut efektif antara pukul 10 malam hingga 4 pagi waktu setempat. Sementara itu, reporter Al Jazeera, James Bays, mengatakan alasan jam malam itu cukup mudah diprediksi. Hal ini mengingat Taliban sangat aktif kegiatannya di malam hari.

 

Dalam beberapa waktu terakhir, pasukan Taliban dengan cepat bergerak di wilayah Afghanistan. Ini terjadi sejak awal Mei dengan merebut perlintasan perbatasan strategis, saat tentara Amerika Serikat dan NATO terakhir meninggalkan Afghanistan.

 

Kini penarikan pasukan AS-NATO telah berjalan lebih dari 95 persen dan akan selesai dalam beberapa minggu mendatang.

 

Perwira tinggi militer AS, Jenderal Mark Milley, sebelumnya pada konferensi pers Pentagon mengatakan Taliban memiliki "momentum strategis". Mereka mengendalikan sekitar setengah dari pedesaan saat berupaya memotong pusat populasi dari pemerintah yang didukung Barat, di Kabul.

 

Kelompok itu juga mengancam posisi tentara pemerintah Afghaistan di sejumlah ibu kota provinsi, meski memang belum berhasil sepenuhnya merebut kendali dari salah satu di antara wilayah penting itu. Saat ini, AS, Jerman dan negara-negara lain telah meminta Taliban menghentikan serangan itu.

 

Sementara itu, Taliban menegaskan tidak akan ada perdamaian di negara itu sampai ada pemerintahan baru yang dirundingkan di Kabul, serta Presiden Ashraf Ghani belum digulingkan dari kekuasaan.  

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini