Mengenal Jalan Menuju Gua Hira dan Tsur di Makkah

Senin , 26 Jul 2021, 09:49 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Esthi Maharani
Gua Hira menjadi pilihan jamaah haji dari berbagai dunia di Kota Mekkah menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah.
Gua Hira menjadi pilihan jamaah haji dari berbagai dunia di Kota Mekkah menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Di Arab Saudi banyak ditemukan gua. Akan tetapi, gua yang mempunyai nilai sejarah terkait dengan sejarah Islam ada dua, yaitu gua Hira dan gua Tsur.

 

Terkait

KH Ahmad Chodri Romli mengatakan, Gua Hira adalah sebuah rongga di dalam gunung yang terdapat di puncak Jabal Nur. Gua ini terletak sekitar 6 km (3,5 mil) di sebelah timur laut kota Makkah dengan tinggi kira-kira 280 cm panjang itu sekitar 3 m dan dengan lebar antara 1.5-2 m.

"Pintunya menghadap utara setingkat untuk manusia ukuran sedang. Pada arah kiblat ke mana ada celah yang dirinya seseorang bisa melihat Masjidil Haram," katanya dalam bukunya Ensiklopedi Haji dan Umrah.

Di Gua Hira itulah, untuk pertama kalinya, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT yaitu surat al-alaq ayat 1-5. Wahyu ini sebagai tanda pengobatan beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul Nya.

"Ketika itu beliau genap berusia 40 tahun," katanya.

Sementara itu adalah sebuah gua yang terletak di puncak Jabal Tsur, 4 km dari kota Makkah ke arah Thaiif. Luas Gua ini kira-kira 2 meter persegi dan memiliki dua pintu, yaitu pintu depan dan belakang.

"Di dalam Gua Tsur ini nabi bersama sahabatnya Abu Bakar As Siddiq bersembunyi dan beristirahat selama tiga hari untuk menghindari niat jahat kaum musyrikin, ketika beliau hijrah pindah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah)," katanya.

Peristiwa ini diabadikan dalam surah At-Taubah ayat 40 yang artinya.

"Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, yaitu ketika orang-orang kafir musrikin Makkah mengeluarkan dari Makkah sedang dia salah seorang diri dua orang ketika keduanya berada dalam gua. Di waktu dia berkata kepada temannya, janganlah kamu berduka cita sesungguhnya Allah berserta kita."

KH Ahmad mengatakan, pada malam hijrah itu, para algojo musyrikin yang telah mengepung rumah Rasulullah SAW untuk membunuhnya, gagal total karena mereka tidak mendapatkan beliau di dalam kamarnya. Malah yang ada di sana justru Ali Bin Abi Thalib.

"Akhirnya, dengan penuh perasaan marah sama mereka menyebar ke semua arah menuju luar Makkah," katanya.

Mereka melakukan pengejaran. Di antara mereka ada yang telah sampai di mulut gua Tsur ini. Akan tetapi, Allah SWT melindungi hambanya dengan caranya sendiri, sehingga kau mereka mendapatkan mulut gua itu tertutup oleh sarang laba-laba, dan isinya juga terdapat burung merpati yang sedang bertelur di sarang.

"Melihat keadaan yang sedemikian demikian itu pula mereka menyimpulkan bahwa Muhammad tidak mungkin ada di dalam gua itu," katanya.

Karakter Jabal Tsur relatif landai dengan kemiringan kira-kira 45 derajat. Untuk mendakinya lebih mudah dan ringan ketimbang Jabal Nur. Untuk naik Jabal Nur, tidak mudah, sebab selain tidak ada fasilitas, juga sangat terjal curam dengan kemiringan sekitar 60 derajat

"Sehingga untuk sampai puncaknya, memerlukan waktu 1 jam bahkan bisa lebih," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini