Sejarah Ikrar Iqabah di Mina

Senin , 26 Jul 2021, 14:17 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Muhammad Hafil
Sejarah Ikrar Iqabah di Mina. Foto:  Kamp tenda Mina menampung para jamaah haji untuk ritual rajam simbolis selama ziarah haji, di Mina, dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa, 20 Juli 2021. Virus corona telah merenggut korban haji untuk tahun kedua berjalan. Apa yang pernah menarik sekitar 2,5 juta Muslim dari semua lapisan masyarakat dari seluruh dunia, haji sekarang hampir tidak dapat dikenali dalam skala.
Sejarah Ikrar Iqabah di Mina. Foto: Kamp tenda Mina menampung para jamaah haji untuk ritual rajam simbolis selama ziarah haji, di Mina, dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa, 20 Juli 2021. Virus corona telah merenggut korban haji untuk tahun kedua berjalan. Apa yang pernah menarik sekitar 2,5 juta Muslim dari semua lapisan masyarakat dari seluruh dunia, haji sekarang hampir tidak dapat dikenali dalam skala.

IHRAM.CO.ID,MINA—Al-Ansar Pass, terletak di antara dua gunung di Mina, dikenal sebagai tempat di mana 12 orang dari suku Aws dan Khazraj berjanji setia kepada Nabi Muhammad (saw). Pegunungan tersebut merupakan perpanjangan dari Gunung Thabir.

 

Terkait

 

Baca Juga

Menurut Dr. Fawaz Al-Dahhas, direktur Pusat Sejarah Makkah, pertemuan dua belas pria tersebut dengan Rasulullah merupakan tanggapan atas seruan Nabi agar kedua suku tersebut untuk percaya pada satu Tuhan dan menghentikan penyembahan berhala. 

 

“Di sana, mereka bersumpah setia kepadanya, dan berjanji untuk menyebarkan ajaran Islam, dalam apa yang dikenal sebagai "Ikrar Al-Aqabah,” ujar Al-Dahhas yang dikutip di Arab News, Senin (26/7).

 

Nabi Muhammad mengutus Mus'ab ibn Umair bersama dengan 12 orang ini untuk melakukan kegiatan dakwah di Madinah, dan pada tahun berikutnya, 72 orang datang dan bersumpah setia kepada Nabi, dalam apa yang kemudian dikenal sebagai “Ikrar Al-Aqabah Kedua.”

 

Pada 144H (761/762 M), Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur memerintahkan pembangunan Masjid Bay'ah (Masjid Ikrar), yang menghadap ke Mina di kaki selatan Gunung Thabir, yang terbuka di atas Al- Pas Ansar. Masjid itu berisi sebuah batu dengan tulisan “Abdullah, Panglima Khalifah, memerintahkan pembangunan masjid ini”, mengacu pada Khalifah Abbasiyah.

 

Masjid ini memiliki dua lorong, yang panjangnya 23 hasta (sekitar 10,5 meter) dan lebar 14,5 hasta, masing-masing ditutupi dengan tiga kubah dan empat lengkungan, di samping dua pintu. Masjid ini panjangnya sekitar 38 hasta, dari mihrabnya sampai ujung halaman.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini