Imbauan Wapres ke MUI Soal Penanganan Covid-19

Senin , 26 Jul 2021, 19:17 WIB Reporter :Fauziah Mursid/ Redaktur : Muhammad Hafil
Imbauan Wapres ke MUI Soal Penanganan Covid-19. Foto:   Virus Covid-19 (ilustrasi)
Imbauan Wapres ke MUI Soal Penanganan Covid-19. Foto: Virus Covid-19 (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,

 

Terkait

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar jajaran Majelis Ulama Indonesia baik di pusat maupun di daerah berperan aktif dalam penanganan Covid-19. Wapres berharap jajaran MUI sejalan dengan penanganan Covid-19 yang saat ini terus diupayakan Pemerintah dan seluruh pihak.

Baca Juga

"Seluruh jajaran MUI dari pusat hingga daerah tidak boleh ada yang tidak sejalan. Ini adalah hal yg semua harus sama, semua harus mengambil peran aktif," ujar Wapres dalam sambutannya di Milad MUI ke-46 secara virtual, Senin (26/7).

Wapres mengingatkan, penanganan pandemi Covid-19 bukan hanya kewajiban Pemerintah, tetapi juga pihak lainnya, termasuk ulama dan MUI. Karena itu, ia berharap para ulama menempatkan diri bukan sebagai mitra pemerintah maupun membantu Pemerintah, tetapi tanggung jawab keagamaan dan kenegaraan.

"Menghadapi Covid-19 termasuk tanggung jawab negara dalam menjaga umat, masyarakat dan rakyat, tapi juga mengatasi covid adalah tanggung jawab keagamaan. Kewajiban kita dan MUI punya tanggung jawab besar. ini masalah diniyah," ujar Wapres.

Wapres pun kembali mengingatkan pernyataan Syekh Nawawi yang mengatakan menjaga diri dari penyakit, berobat dan menjauhi wabah adalah wajib. Karena itu, ia berharap pengurus dan para ulama MUI di seluruh wilayah mengambil peran aktif dalam mencegah Covid-19 dan menyerukannya kepada umat.

Hal ini agar jangan sampai ada umat yang berpandangan salah tentang Covid-19 dan dikaitkan dengan keagamaan.

"Jangan sampai ada isu-isu dan jangan sampai ada kelompok yang menggunakan isu Covid dan kesulitan ekonomi dalam rangka membangun, mengobarkan distrust kepada Pemerintah, ini kewajiban kita MUI dalam rangka memantapkan dan menyatukan gerakan dan langkah," ujarnya.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini