Krisis Keuangan Dialami Badan PBB untuk Pengungsi Palestina

Kamis , 29 Jul 2021, 06:11 WIB Reporter :Kamran Dikarma/ Redaktur : Nashih Nashrullah
UNRWA dilaporkan sendang mengalami krisis arus kas. Logo PBB (ilustrasi)
UNRWA dilaporkan sendang mengalami krisis arus kas. Logo PBB (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, WASHINGTON – Krisis Palestina ternyata tidak hanya berdampak pada rakyat, tetapi juga lembaga-lembaga yang menaungi para pengungsi Palestina. 

 

Terkait

Adalah Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Organsiasi ini dilaporkan sedang mengalami krisis arus kas. Hal itu menempatkan program-program UNRWA dalam risiko.   

Baca Juga

Saat memberi pengarahan kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu (28/7), Wakil koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Lynn Hastings, menyuarakan keprihatinan tentang situasi keuangan UNRWA. 

Badan tersebut diproyeksikan menghadapi kekurangan dana untuk membiayai program sebesar 100 juta dolar AS. 

"Badan tersebut juga menghadapi krisis arus kas yang berisiko berdampak pada kelancaran pembukaan tahun ajaran bagi setengah juta anak perempuan dan laki-laki di Gaza," kata Hastings, dikutip laman Anadolu Agency

Dia memeringatkan, tidak adanya anggaran program yang didanai penuh juga melemahkan kapasitas UNRWA. Terutama untuk melakukan kegiatan kemanusiaan dan pemulihan awal yang sangat dibutuhkan di Gaza.  

Dirinya sekali lagi mengimbau kepada semua donor, termasuk yang berasal dari kawasan Arab, untuk mempertahankan tingkat pendanaan beberapa tahun terakhir dan memajukan pencairan dana sebanyak mungkin untuk menghindari gangguan layanan penting serta bantuan kemanusiaan. 

UNRWA mengalami krisis keuangan cukup parah setelah Amerika Serikat (AS), di bawah pemerintahan mantan presiden Donald Trump, menghentikan pendanaan rutin untuk badan tersebut. Washington merupakan donor terbesar UNRWA. Dia menyumbang rata-rata 300 juta dolar AS per tahun. 

Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah memutuskan memulihkan bantuan dana untuk UNRWA. Kendati demikian, juru bicara UNRWA, Sami Mshasha, mengungkapkan dana yang dijanjikan masih di bawah sumbangan reguler Washington ke UNRWA. 

Mshasha mengatakan meski pengumuman pemerintahan Biden bahwa mereka akan melanjutkan dukungan kepada UNRWA, hingga akhir 2017, Amerika Serikat adalah donor terbesar dengan sumbangan 260 juta dolar AS, yang saat itu mewakili seperempat dari anggaran organisasinya.

“Tahun ini mereka telah mengumumkan bahwa mereka hanya akan memberi kami 150 juta dolar AS untuk layanan reguler serta anggaran reguler kami, serta operasi darurat kami,” kata Mshasha pada Juni lalu.

Secara keseluruhan UNRWA merawat dan menjaga sekitar 5,6 juta pengungsi Palestina yang tersebar di Yordania, Lebanon, Suriah, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Layanannya meliputi pendidikan, perawatan kesehatan, bantuan dan layanan sosial, infrastruktur dan perbaikan kamp serta perlindungan dan keuangan mikro.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini