KH Muhammad Yunus Anis Bimbing Keislaman Prajurit (I)

Kamis , 29 Jul 2021, 17:49 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Pasukan TNI AD (ilustrasi)
Pasukan TNI AD (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, KH Muhammad Yunus Anis lahir pada 3 Mei 1903 itu merupakan anak sulung dari sembilan bersaudara. Ayahnya adalah Haji Muhammad Anis, seorang tokoh Muslim dan juga abdi dalem Keraton Yogyakarta. Ibundanya bernama Siti Saudah. Lahir di Kampung Kauman Yogyakarta, sejak kecil Muhammad Yunus memperoleh pendidikan agama Islam yang intens di rumah.

 

Terkait

Ayahnya sangat menekankan agar anak-anak disiplin mengaji Alquran dan memahami akhlak yang baik. Pendidikan dasarnya diawali di Sekolah Rakjat Muhammadiyah Yogyakarta. Selanjutnya, dia hijrah ke Batavia (Jakarta) untuk mengikuti pelajaran di Sekolah al-Atas dan Sekolah al-Irsyad yang dipimpin Syekh Ahmad Muhammad Soorkati al- Ansari. Pada masa itu, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan bersahabat erat dengan tokoh pendidikan nasional yang lahir di Sudan tersebut.

Baca Juga

Lulus dari sekolah tersebut, Muhammad Yunus semakin mantap mewujudkan cita-citanya sebagai mubaligh. Wahana yang dipilihnya adalah organisasi Muhammadiyah. Dia tercatat sebagai dai yang aktif diterjunkan ke daerah-daerah seantero Nusantara. Karakteristiknya yang penuh disiplin mendukung kesuksesan misi dakwah. Terbukti, sejumlah cabang Muhammadiyah berdiri di berbagai daerah berkat kerja kerasnya dan rekan-rekan sesama dai.

Pada periode 1924-1926, Muhammad Yunus dipercaya sebagai pengurus cabang Muhammadiyah di Batavia. Pada masa itulah kepiawaiannya dikenal luas. Orang-orang menyebutnya sebagai organi sator yang ulung, khususnya dalam bidang penyusunan administrasi. Reputasinya tersebut mengangkatnya naik ke jenjang yang lebih luas lagi.