Jumat 30 Jul 2021 07:38 WIB

Wapres Dorong Herd Immunity di Bali Segera Tercapai

Vaksinasi dosis pertama telah lebih dari 70 persen dari total 4,3 juta penduduk Bali

Rep: fauziah mursid/ Red: Hiru Muhammad
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh seorang penumpang bus dalam Gerai Vaksin Presisi Bhakti Kesehatan Bhayangkara Untuk Negeri di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Jumat (9/7/2021). Kegiatan vaksinasi COVID-19 yang digelar selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tersebut menyasar Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dengan jumlah kuota 150 orang per hari itu bertujuan mendukung percepatan penanganan COVID-19 untuk masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju.
Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh seorang penumpang bus dalam Gerai Vaksin Presisi Bhakti Kesehatan Bhayangkara Untuk Negeri di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Jumat (9/7/2021). Kegiatan vaksinasi COVID-19 yang digelar selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tersebut menyasar Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dengan jumlah kuota 150 orang per hari itu bertujuan mendukung percepatan penanganan COVID-19 untuk masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong kekebalan komunitas atau herd immunity di Bali segera tercapai dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Wapres meyakini, dengan tercapainya kekebalan komunitas maka ekonomi di Bali yang bergantung di sektor pariwisata kembali bangkit.

Sebab, pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata di Pulau Dewata itu terdampak luar biasa, akibat penurunan mobilitas masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.

"Sebagai destinasi pariwisata saya kira perlu dipastikan agar herd immunity (kekebalan komunal) ini dapat segera tercapai, selain itu juga untuk melindungi warga Bali sendiri, karena pemenuhan target vaksinasi akan membantu juga meyakinkan para wisatawan bahwa Bali sudah menjadi daerah yang selain indah juga aman," kata Wapres saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi, Kabupaten, dan Kota di wilayah Bali, Kamis (29/7).

Wapres juga menekankan Pemda dan Satgas di Bali meningkatkan testing, tracing, dan treatment (3T) untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Bali. Sebab, meskipun testing di Bali sudah di atas standar WHO, yakni 1.000 test dari satu juta penduduk dalam satu minggu, tetapi positivity rate-nya masih di angka 38 persen, sangat jauh dari standar WHO yang dipatok pada angka 5 persen.

"Perlu dilihat kembali dan disesuaikan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri bahwa bila positivity rate-nya di atas 25 persen maka jumlah tes perlu ditingkatkan menjadi 15 ribu tes per 1 juta penduduk," kata Wapres.

Dalam laporannya Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pelaksanaan vaksinasi di Bali sejauh ini untuk suntikan dosis pertama telah melebihi target 70 persen dari total penduduk Bali yang berjumlah sekitar 4,3 juta orang.

"Yang sudah divaksin suntik pertama kami laporkan sudah melebihi 3 juta orang, yaitu 3.046.886 orang atau sebesar 101,70  persen" paparnya.

Angka ini lebih diperoleh dari pelaksanaan vaksinasi yang telah menyasar anak usia 12 hingga 17 tahun dan warga luar Bali yang berada di Bali. Sementara untuk vaksinasi berikutnya dilakukan sesuai jadwal dan untuk suntik kedua, sampai hari kemarin sudah mencapai 870.838 orang atau hampir 27 persen," lanjutnya.

Wayan mengatakan, percepatan vaksinasi akan terus dilakukan dengan menyesuaikan ketentuan batas waktu penyuntikan antara dosis pertama dan dosis kedua.  Sejauh ini vaksin Covid-19 yang digunakan di Bali adalah Vaksin Sinovac yang memiliki jarak penyuntikan empat minggu dan Vaksin Astrazeneca yang memiliki jarak penyuntikan delapan minggu.

"Kami laporkan bahwa antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi ini sangat tinggi. Vaksinasinya berbasis Banjar dan berbasis Komunitas sehingga percepatannya itu dapat dilakukan dan targetnya menjadi bisa dicapai," ujarnya.

"Saat ini kami masih membutuhkan 1,4 juta dosis vaksin," kata Wayan lagi. Menanggapi kekurangan dosis vaksin ini, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono memastikan bahwa Kementerian Kesehatan akan memenuhi kekurangan tersebut pada Agustus 2021.

"Untuk vaksin pada bulan Agustus nanti, kita akan mendapat tambahan kira-kira 6,5 juta sampai 8 juta dosis vaksin. Mudah-mudahan kebutuhan untuk masyarakat Bali yang tinggal sedikit lagi dapat terpenuhi seluruhnya," ungkap Dante.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement