Kairouan Saksi Pembebasan Afrika Utara

Sabtu , 31 Jul 2021, 09:58 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Masjid Agung Kairouan tampak kosong karena tindakan untuk membendung pandemi Covid-19 pada malam yang diyakini sebagai Lailatul Qadar , salah satu malam paling suci umat Islam di Kairouan, Tunisia pada 19 Mei 2020.
Masjid Agung Kairouan tampak kosong karena tindakan untuk membendung pandemi Covid-19 pada malam yang diyakini sebagai Lailatul Qadar , salah satu malam paling suci umat Islam di Kairouan, Tunisia pada 19 Mei 2020.

IHRAM.CO.ID, Kairouan merupakan salah satu kota penting dalam peradaban Islam di Afrika. Kairouan berasal dari bahasa Arab kairuwan dalam bahasa Persia adalah karavan atau perkemahan militer atau tempat peristirahatan.

 

Terkait

Kairouan didirikan pada 670 oleh Uqba ibnu Nafi, jenderal Arab yang memimpin penaklukan tentara Islam di kawasan Afrika Utara pada masa pemerintahan Khalifah Umayyah, Mu'awiyah.

Baca Juga

 

Kairouan berlokasi di 160 kilometer arah selatan sebuah daerah yang kini dikenal sebagai Tunis, ibu kota Tunisia. Kota ini berkembang di bawah Dinasti Aghlabaid pada abad kesembilan.

photo

Masjid Agung Kairouan tampak kosong karena tindakan untuk membendung pandemi Covid-19 pada malam yang diyakini sebagai Lailatul Qadar , salah satu malam paling suci umat Islam di Kairouan, Tunisia pada 19 Mei 2020. - (Anadolu/Yassine Gaidi)

 

 

Saat itu Kairouan menjadi ibu kota Muslim Afrika yang dikenal sebagai Ifriqiya dan sebagai kediaman gubernur Muslim. Sebelum mereka menempati kota ini, tentara Muslim mengalahkan orang-orang Bizantium yang berkumpul di sekitar Patriark Gregory di Sbeitla.

Kota ini merupakan satu-satunya rute tentara Muslim yang menjadi basis militer pertama mereka. Pada 647 M terjadi pertarungan Sufetula dipimpin oleh Ibnu Abi Sarh. Tak hanya dua pemimpin sebelumnya, saat perang selanjutnya memanfaatkan  Kairouan sebagai perkemahan untuk berperang. Seperti Muawaiyah al Hujaiyah yang juga memanfaatkan perkemahan ini.