Islam di Peru: Jasa Imigran Palestina dan Lebanon

Selasa , 03 Aug 2021, 00:45 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Masjid di Peru
Masjid di Peru

Dimulai sekitar 1980-an, kegiatan dakwah menggeliat. Tak sedikit warga Latin yang memeluk agama Islam.

 

Terkait

Bahkan, pascaperistiwa 11 September, jumlah mualaf meningkat tajam. Meski masih merupakan kelompok minoritas, Muslim Peru sangat aktif menggelar syiar Islam hingga kini. Aktivitas dakwah ini bisa ber jalan berkat kebijakan Pemerintah Peru yang memberikan kebebasan bagi setiap umat beragama. 

Walau demikian, kendala dan perbedaan perlakuan oleh pemerintah tak bisa ditampikkan. Peru dengan mayoritas penduduk beragama Katolik mencapai 85 persen dari keseluruhan penduduknya memberikan keistimewaan tersendiri kepada gereja Katolik yang mendapatkan kemudahan dalam hal perpajakan, pendidikan, tenaga kerja, pembangunan sarana ibadah, dan sebagainya.

Sedangkan, bagi agama minoritas, seperti Islam, dikenakan pajak yang cukup tinggi, termasuk dana bantuan dari luar negeri pun dikenai pajak yang tidak sedikit. Namun, secara umum, hampir tidak ada permasalahan terkait kehidupan beragama, kendati pernah muncul sikap curiga terhadap Islam setelah terjadinya peristiwa 11 September.

Di bidang pendidikan keagamaan, pemerintah setempat mengizinkan pengelolaan sekolah agama bagi tiap komunitas agama. Terhadap siswa Muslim yang menempuh pendi dikan di sekolah non-Muslim mereka diberi kesempatan menyu sun program pembelajaran agama sesuai kepercayaannya.