Mengapa Saat di Makkah Kita Merasa Tenang?

Selasa , 03 Aug 2021, 13:26 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Mengapa Saat di Makkah Kita Merasa Tenang?. Foto:  Petugas keamanan Kerajaan Arab Saudi berjaga di depan Kakbah, Makkah.
Mengapa Saat di Makkah Kita Merasa Tenang?. Foto: Petugas keamanan Kerajaan Arab Saudi berjaga di depan Kakbah, Makkah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Fondasi Ka'bah ditinggikan oleh Nabi Ibrahim as dibantu putranya Ismail dari istrinya Hajar. Allah SWT memberikan tanda (maqam) sebagai bukti nabi Ibrahim lah yang telah meninggikan fondasi Ka'bah.

 

Terkait

Prof Quraish Shihab menyampaikan bila kita memahami maqam Ibrahim dalam arti yang lebih luas, maka ayat-ayat Allah di sana semakin jelas dan banyak yang dapat dilihat. Sekian banyak orang yang mempunyai pengalaman ruhani yang sulit terjangkau nalar, ketika berada di sekitar masjid al-Haram.

Baca Juga

"Selanjutnya dilukiskan ketenangan dan rasa aman yang diraih oleh mereka yang berkunjung ke sana," tulis Prof Quraish Shihab dalam tafsirnya Al-Misbah.

Hal teraebut sesuai dengan firman-Nya: "Barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah ia, yakni siapa pun yang berkunjung dan masuk ke Ka’bah. Atau masuk ke masjid di mana Ka’bah itu berada, dia tidak boleh diganggu." 

"Karena Allah menghendaki agar siapa pun yang mengunjunginya dengan tulus, merasa tenang dan tenteram, terhindar dari rasa takut terhadap segala macam gangguan lahir dan batin," kata Prof Quraish Shihab.

Karena itu, manusia diperintahkan untuk mewujudkan kehendak Allah itu. Sedemikian besar dan luas cakupan perlindungan keamanan dan ketenteraman yang harus diberikan itu, sampai-sampai ia dilukiskan dalam QS. al-Baqarah ayat 125 sebagai (amnan), yakni keamanan, bukan sekadar tempat memperoleh keamanan.

Ka’bah yang dilukiskan sebagai 'amna' memberi kesan bahwa keamanan itu bukan saja menyatu dengan K a’bah, tetapi wujudnya sendiri adalah keamanan. Sehingga siapa yang mengunjungi dan merasakan kehadirannva sebagai rumah Allah, pasti akan merasakan keamanan.

"Betapa tidak, bukankah yang berkunjung itu berada di rumah Allah, yang Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, lagi Maha Kuasa dan Maha Damai?" 

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini