Rabu 04 Aug 2021 13:55 WIB

Arab Saudi: Normalisasi dengan Israel Bisa Dilihat Positif

Kesepakatan normalisasi bersejarah itu dikenal dengan Abraham Accords

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih
Penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan Israel. Kesepakatan normalisasi bersejarah itu dikenal dengan Abraham Accords.
Foto: Jim Lo Scalzo/EPA
Penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan Israel. Kesepakatan normalisasi bersejarah itu dikenal dengan Abraham Accords.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan kesepakatan normalisasi beberapa negara Arab dengan Israel, atau dikenal sebagai Abraham Accords, dapat dipandang secara positif. Sebab, kesepakatan itu menyebarkan keterlibatan di kawasan.

“Jadi dalam hal itu, keputusan negara-negara yang terlibat (dengan Israel) dapat dilihat secara positif,” kata Pangeran Faisal saat berbicara di Aspen Security Forum pada Selasa (3/8) dikutip dari laman Al Arabiya.

Baca Juga

Menurut dia, negara lain di kawasan perlu membangun semangat tersebut. “Dan cara terbaik membangun semangat itu adalah menemukan jalan untuk menyelesaikan masalah Palestina dan menemukan jalan menuju negara Palestina, karena itu akan memberikan normalisasi lengkap bagi Israel di kawasan,” ujar Pangeran Faisal.

Pada Agustus tahun lalu, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel. Hal itu dapat tercapai berkat bantuan mediasi pemerintahan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kesepakatan normalisasi bersejarah itu dikenal dengan Abraham Accords.

Dalam perjanjian normalisasi itu, Bahrain dan UEA setuju membuka penerbangan langsung dari dan ke Israel. Mereka pun sepakat membuka kedutaan besar di negara masing-masing. Normalisasi Israel dengan Bahrain dan UEA merupakan pukulan besar bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

Palestina, yang selama ini selalu mendapat dukungan penuh dari negara Arab, memandang kesepakatan normalisasi sebagai sebuah tusukan dari belakang. Selain Bahrain dan UEA, pemerintahan Trump membantu Israel mencapai kesepakatan serupa dengan Sudan dan Maroko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement