India Masih Tunggu Kepastian tentang Izin Umroh

Sabtu , 07 Aug 2021, 16:52 WIB Reporter :Puti Almas/ Redaktur : Esthi Maharani
Umroh masa pandemi
Umroh masa pandemi

IHRAM.CO.ID, NEW DELHI -- Banyak negara yang masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi mengenai aturan umroh pada tahun ini. Salah satunya adalah operator tur India yang mengatakan bahwa kemungkinan ibadah ini terbuka bagi warga di negara Asia Selatan itu.

 

Terkait

Sebelumnya, Arab Saudi mengumumkan akan membuka kembali umroh bagi jamaah haji di luar negara mulai 10 Agustus mendatang. Saat ini, India berharap bahwa jamaah dari negaranya dapat berpartisipasi, meski penerbangan langsung antara India dan Arab Saudi masih ditangguhkan sebagai aturan selama pandemi virus corona jenis baru (Covid-19).

Dilansir Salaam Gateway, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melaporkan bahwa jamaah dari luar negara yang diperbolehkan untuk datang adalah yang tidak termasuk dalam daftar larangan perjalanan selama pandemi Covid-19. Saat ini, negara-negara yang menghadapi larangan perjalanan adalah India, Pakistan, Indonesia Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Vietnam, Afghanistan, dan Lebanon.

Pemerintah Indonesia pada 27 juli lalu mengkonfirmasi bahwa telah menerima surat edaran dari otoritas Saudi yang mengatakan bahwa jemaah haji Indonesia harus terlebih dahulu menjalani karantina wajib 14 hari di negara ketiga sebelum mereka dapat memasuki Arab Saudi untuk umroh. Namun, bagi India belum ada kejelasan tentang aturan umroh, apakah diizinkan dengan syarat atau tidak.

Sejak Februari 2020, Arab Saudi menangguhkan umroh bagi jamaah di luar Kerajaan selama 17 bulan, sejak Februari tahun lalu, sebagai bagian dari upaya untuk membatasi penyebaran Covid-19. Operator tur haji dan umroh swasta India dan pejabat Komite Haji India mengatakan bahwa mereka masih menunggu kejelasan dari Arab Saudi tentang pembukaan kembali umroh.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Tur Haji Umrah Seluruh India (AIHUTOA) Shoukat Ibrahim Tamboli mengatakan bahwa apa yang mereka baca di berita adalah bahwa warga dari negaranya harus dikarantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum dapat melaksanakan ibadah itu ke Arab Saudi. Namun, mereka masih menunggu pengumuman resmi oleh pemerintah negara kerajaan ini.

Pembicaraan informal dengan pejabat di Kementerian Urusan Minoritas India tengah dilakukan. Selain itu, pihaknya juga akan mengirimkan surat permintaan resmi kepada Arab Saudi dalam waktu dekat.

“Kami meminta mereka untuk melakukan pembicaraan dengan rekan-rekan Saudi mereka sehingga kondisi karantina 14 hari dapat dihapus. Kami sampaikan yang sudah divaksin lengkap harus langsung diizinkan pergi seperti negara lain,” ujar Tamboli.

Afzal Patel, Pemilik Atlas Tours & Travels, mengatakan tidak banyak orang yang mengetahui kapan Arab Saudi akan membuka kembali umroh, jika orang India akan diizinkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi.

“Hal-hal terus berubah sehingga menciptakan kebingungan. Oleh karena itu, banyak ketidakpastian yang masih ada,” kata Patel.

Operator tur haji dan umrah swasta milik Patel  yang berbasis di Mumbai tersebut biasanya mengirim sekitar 10.000 jemaah umroh setiap tahun sebelum pandemi Covid-19. Namun, mereka pernah mengatur masa inap karantina di negara ketiga sebelum pelaksanaan ibadah, tetapi ada beberapa contoh di mana beberapa jamaah harus kembali karena berbagai alasan.

“Karena itu kami belum melakukan paket apapun. Kami berhati-hati dalam membuat paket lagi, memberikan pertanyaan kepada orang-orang, dan kemudian memberi tahu mereka. Lebih baik diam sementara dan lihat apa yang terjadi,” jelas Patel.

Sementara mereka masih menunggu kejelasan dari pejabat Saudi, operator tur swasta mengatakan biaya paket umroh akan berlipat ganda jika jemaah harus terlebih dahulu dikarantina di negara ketiga selama 14 hari, sehingga sangat tidak terjangkau dan tidak layak bagi sebagian besar orang.

“Saat ini, paket yang ditawarkan di negara-negara seperti UEA atau Bahrain untuk karantina mencapai sekitar 100.000 rupee hingga 120.000 rupee (1.350 - 1.620 dolar AS), hanya untuk satu arah. Dan kemudian Anda harus mengambil paket lain untuk umroh di Saudi. Jadi, biayanya akan berlipat ganda,” kata Tamboli, yang menjalankan Tamboli Tours & Travels di Ahmednagar, Maharashtra.

Sementara penyedia paket umrah di Arab Saudi masih mengerjakan paket dan belum memberi biaya, Tamboli memperkirakan bahwa ini mungkin akan jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Sebelumnya, paket umrah yang ditawarkan di India berkisar antara 50.000 rupee hingga 200.000 rupee.

“Tapi sekarang paket 50.000 rupee akan dikenakan biaya lebih dari 100.000 rupee karena ada karantina yang diberlakukan,” kata Tamboli.

India menjadi salah satu penyumbang jamaah umroh terbesar, dengan sekitar 30.000 hingga 40.000 orang dari negara itu tiba di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah ini setiap bulannya sebelum pandemi Covid-19. Tercatat bahwa Arab Saudi mengeluarkan 1.647 juta visa umroh dari 31 Agustus hingga 5 Desember 2019, dengan jumlah jamaah haji India mencapai 210.052 pada tahun itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini